Penemuan Bayi Perempuan dalam Keadaan Tragis di Mesin Pemilahan Sampah TPST Kertalangu

0
209

Balinetizen.com, Denpasar –

Pada hari Rabu, 8 November 2023, sekitar pukul 11.20 WITA, sebuah peristiwa tragis terjadi di Tempat Pemrosesan Sampah TPA (TPST) Kertalangu, Jalan By Pass IB Mantra, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Seorang bayi perempuan ditemukan di dalam mesin pemilahan sampah. Kejadian ini mengejutkan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

Informasi dari Kepolisian Polresta Denpasar menyebutkan, bahwa berdasarkan keterangan saksi yang bekerja di TPST, Ni Kadek Suryantini, pada saat itu ia tengah melakukan proses pemilahan sampah di mesin Manual Sorting Table (MST).

“Saat sedang berusaha mengambil sebuah kresek besar berwarna merah, ia menemukan sesuatu yang tak terduga. Saat kresek tersebut dibuka, terungkap bahwa di dalamnya terdapat sehelai kain hitam (celana panjang),” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Rabu 8 November 2023.

Ia melanjutkan jika kain tersebut terasa berat saat diangkat, dan setelah diperiksa lebih lanjut, kain itu ternyata membungkus seorang bayi perempuan yang sudah dilengkapi dengan pakaian.

Kondisi bayi tersebut cukup membuat saksi terkejut, katanya. Meskipun bayi tersebut sudah dalam keadaan bersih dan tidak ada tanda-tanda darah, bayi tersebut tampak lemas.

“Karena mesin pemilahan sampah masih beroperasi, saksi segera menempatkan bayi tersebut di bawah dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada atasan. Upaya penyelamatan dan perlindungan bayi segera dilakukan oleh tim TPST,” ungkapnya.

Saksi lainnya, bernama Gusti Ayu Raka Radnadi, imbuhnya yang juga merupakan karyawan TPST, mendengar suara tangisan bayi. Bersama dengan rekan kerjanya, mereka mencari sumber suara tersebut dan menemukan bayi yang tergeletak di tumpukan sampah di mesin pemilahan.

Bayi tersebut segera dirawat dan dibawa ke Rumah Sakit Darma Yadnya oleh karyawan TPST. Saat tiba di Rumah Sakit Darma Yadnya sekitar pukul 11.25 WITA, bayi diterima oleh tim medis yang bertugas di IGD.

Baca Juga :  Prediksi Angka RAPBD 2021 Turun, Sunarta Harapkan Tidak Ada Pengurangan Pegawai Kontrak

Sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa bayi perempuan tersebut dalam keadaan kritis. ‘Kondisi bayi, tali pusar masih menempel, kepala bayi berwarna biru, dan kaki kanan bayi terlihat seperti retak. Pada saat itu, bayi sudah tidak lagi bergerak dan bernapas. Bayi tersebut dinyatakan meninggal,” jelas Kasi Humas.

Jenazah bayi perempuan tersebut selanjutnya dirujuk ke Kamar Jenasah RS Wangaya dengan menggunakan ambulance RS Darma Yadnya, untuk tindakan selanjutnya.(Tri Prasetiyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here