Balinetizen.com, Badung
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan hasil pertemuan Indonesia dengan negara-negara Afrika dalam Forum Indonesia-Afrika 2024. Forum ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, terutama di sektor energi, kesehatan, pangan, dan industri kreatif.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa kesepakatan kerja sama ekonomi berhasil dicapai. Misalnya, pengembangan geothermal antara PLN dan pihak Afrika, serta sejumlah perjanjian dalam sektor farmasi dan teknologi kesehatan antara Biofarma dengan berbagai mitra. Kerja sama juga dilakukan dalam sektor biogas dan pembelian peralatan pesawat oleh Republik Demokratik Kongo dan beberapa negara Afrika lainnya.
Menteri Retno juga menekankan pentingnya kemitraan antara Indonesia dan Afrika, terutama dalam menghadapi tantangan global saat ini.
“Negara berkembang, khususnya di Afrika, menghadapi dampak berat dari ketidakstabilan ekonomi global. Oleh karena itu, melalui kemitraan yang lebih besar dan kerja sama yang erat, kita dapat menjadi bagian dari solusi global,” ujar Retno di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin 2 September 2024.
Retno menggarisbawahi bahwa Forum Indonesia-Afrika bukan hanya sekadar pertemuan ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat hubungan historis dan politik yang telah terjalin sejak Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955. “Semangat Bandung tetap menjadi kompas bagi kerjasama Selatan-Selatan,” tambahnya.
Forum ini juga mencatat kesepakatan bisnis senilai lebih dari 3,5 miliar dolar AS, yang meliputi sektor energi, kesehatan, pangan, dan industri kreatif. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan forum pertama pada tahun 2018, yang hanya menghasilkan kesepakatan senilai 586,6 juta dolar AS, atau meningkat hampir 600%.
Selain pertemuan multilateral, Presiden Indonesia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Liberia, Ghana, Zimbabwe, dan Senegal, membahas berbagai peluang kerja sama, termasuk di bidang kesehatan, energi, infrastruktur, dan pariwisata. Kesepakatan juga dicapai untuk pembebasan visa diplomatik antara Indonesia dan Namibia, serta kerja sama di bidang agroindustri dan perikanan dengan Angola.
Forum Indonesia-Afrika 2024 merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperluas jangkauan kerja sama dengan negara-negara Afrika. “Afrika diproyeksikan menjadi benua masa depan dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan Indonesia berkomitmen untuk terus berperan sebagai mitra utama dalam mewujudkan potensi ini,” tutup Menteri Retno Marsudi
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

