Pengertian dan Cara Kerja Staking

0
257

Ilustrasi

MetaDesc: Istilah staking reward akrab dengan dunia cryptocurrency. Bagi Anda yang berminat menjadikannya sebagai aset investasi, yuk simak cara kerja staking tersebut!

Mendapatkan   dari investasi aset digital cryptocurrency menjadi hal yang banyak diinginkan para investor saat ini. Meski demikian, Anda tetap harus memastikan langkah-langkah dan metode yang digunakan tepat untuk tetap mendapatkan peluang imbal hasilnya.

Apa Itu Staking? Pengertian Dasar dan Prinsip Kerjanya

Secara umum, istilah staking dapat dipahami sebagai suatu proses di mana seorang investor akan menyimpan aset kripto yang dimiliki pada suatu dompet digital. Hal ini dilakukan guna mendukung aktivitas dan validasi transaksi blockchain dengan sistem PoS (proof of stake).

Konsep ini mirip dengan deposito di mana aset yang dimiliki oleh investor akan tersimpan dalam kurun waktu tertentu. Meski demikian, layanan staking kripto memungkinkan investor untuk mencairkan dana kapanpun saat dibutuhkan, bahkan mendapatkan imbal hasil dari bunga sesuai nominal aset yang disimpan. Download melalui link ini untuk dapat menikmati reward dari staking.

Pada prosesnya, staking mengharuskan pihak stakers mengunci asetnya lalu dipilih secara acak oleh sistem melalui interval khusus. Pemilihan ini dilakukan untuk menciptakan blok baru di mana staker dengan jumlah pertaruhan koin terbesar akan berpeluang menjadi validator.

Perbedaan Staking dan Mining: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Untuk mendapatkan staking reward sebagai bagian dari aktivitas staking, seseorang hanya perlu menyediakan modal guna mendapatkan imbal hasil layaknya deposito. Berbeda dengan mining yang umumnya membutuhkan modal berupa komputer canggih dalam prosesnya.

Meski demikian, tidak jarang staking memiliki bahaya yang berkaitan dengan keamanan jaringan dan volatilitas harga. Risiko mining juga cukup banyak, apalagi dengan sistem proof of work di mana pengeluaran finansial cukup besar untuk menyediakan perangkat keras penambangan yang update dan mengikuti perkembangan teknologi.

Baca Juga :  Cegah Stunting di Kabupaten Badung, TP PKK Badung Bagikan Paket Olahan Ikan Siap Saji di Desa Belok Sidan Petang

Dilihat dari segi hasil yang ditawarkan, reward dari aktivitas staking umumnya didasarkan pada beberapa variabel, termasuk jumlah mata uang kripto, berapa lama proses staking, hingga jumlah total mata uang yang di-staking pada jaringan.

Bagi para pemula yang belum memiliki banyak modal, staking bisa menjadi pilihan. Terlebih, proses ini tidak seperti mining yang bisa menghasilkan aset kripto namun harus menggunakan komputer berteknologi canggih dengan harga yang sangat mahal.

Proses Staking: Dari Memilih Koin hingga Mendapatkan Reward

Staking menjadi metode yang populer dalam mendapatkan income di dunia kripto. Meski demikian, prosesnya cukup panjang sehingga Anda bisa memperoleh pendapatan yang diinginkan. Berikut setidaknya proses-proses yang akan dilakukan:

1. Penguncian kripto dalam staking pool

Partisipan akan mengirimkan koin ke suatu alamat yang khusus digunakan untuk staking. Selama periode ini, koin-koin tersebut tidak dapat digunakan untuk transaksi lain atau penarikan sehingga menjadikannya sebagai jaminan bagi suatu jaringan.

2. Pemilihan validator secara acak

Dalam sistem ini, tidak semua partisipan akan otomatis menjadi validator. Terlebih, untuk menjadi validator akan didasarkan pada berbagai kriteria seperti jumlah koin, durasi staking, dan sebagainya. Beberapa jaringan bahkan memilih validator secara acak.

3. Verifikasi blok transaksi

Validator akan melakukan verifikasi transaksi yang terjadi. Setelah itu, mereka akan menambahkan transaksi tersebut ke dalam blok dan menggabungkannya ke blockchain. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan integritas seluruh jaringan.

4. Proses pendapatan reward staking

Sebagai akhir dari pengamanan jaringan, validator akan menerima staking reward. Sumber dari reward ini berasal dari biaya transaksi hingga pembuatan blok baru. Jika periode staking selesai, koin yang di-stake akan kembali ke pemiliknya, termasuk reward yang diperoleh.

Baca Juga :  Swalayan Rahayu di Negara Terbakar

Validator dan Delegator: Peran dan Tanggung Jawab dalam Staking

Pada jaringan proof of stake, validator maupun delegator sama-sama merupakan staker. Keduanya memiliki tanggung jawab dalam melakukan validasi blok, mengamankan jaringan, hingga memastikan keseluruhan fungsi pada blockchain.

Meskipun keduanya merupakan partisipan yang dapat melakukan staking dan mendapatkan reward, bobot validator dianggap lebih besar. Pasalnya, validator merupakan operator node jaringan untuk mengunci sejumlah token dalam sistem, melakukan validasi transaksi, menghasilkan blok, hingga berpartisipasi dalam konsensus jaringan.

Sementara itu, delegator merupakan staker yang mendelegasikan tokennya kepada validator. Delegator merupakan pemegang aset digital, baik individu maupun entitas yang tidak dapat atau bahkan tidak ingin menjalankan node validator sendiri. Sebagai gantinya, mereka akan mendelegasikan token kepada validator aktif pada jaringan dan mendapatkan sebagian reward.

Meskipun tidak berpartisipasi penuh dalam melakukan verifikasi blok, seorang delegator tetap memainkan peran penting dalam suatu sistem. Dengan melakukan delegasi, secara tidak langsung mereka menjalankan proses konsensus dan keamanan. Para delegator juga akan bertanggungjawab dalam pemilihan validator yang membangun jaringan.

Keamanan dalam Staking: Bagaimana Melindungi Aset Anda

Lantas, apakah staking memiliki standar keamanan yang baik? Pada dasarnya, staking akan mengunci aset para investor yang berpartisipasi dan membantu Anda menjaga keamanan blockchain jaringan. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan imbalan atau reward.

Selain itu, setiap jaringan blockchain umumnya juga memiliki satu atau dua aplikasi dompet resmi yang mendukung sehingga Anda dapat mendelegasikan berapa banyak portofolio yang ingin di-stake. Hal ini tentu akan membantu peluang Anda menghasilkan blok dan imbalan.

Kalaupun ada kecurangan pada jaringan PoS ini, akan muncul slashing untuk menghukum validator yang melakukan tindakan yang tidak sesuai protokol. Hal ini tentu akan memberi dampak positif bahkan staking reward bagi partisipan dalam jaringan blockchain untuk bertindak secara jujur dan berintegritas.

Baca Juga :  Ganjar Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik saat Idul Adha

 

 

 

backlink

 

backlinknya kemana ini ya kak? yang dibawah udah aku sematkan soalnya di kata “link ini”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here