Pengiriman Sampah Gilimanuk Sempat Terkendala Alat Berat TPA Peh

0
230

 

Balinetizen.com, Jembrana

Pengiriman sampah pasca moment arus mudik dari Gilimanuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara sempat tersendat. Selain disebabkan kondisi TPA yang overload (kelebihan kapasitas) juga dipicu keterbatasan pengoperasian alat berat.

TPA Peh yang menampung seluruh sampah di wilayah Kabupaten Jembrana saat ini hanya mengandalkan satu unit alat berat jenis excavator. Sementara itu, empat unit alat berat milik TPA Peh dilaporkan tidak dapat difungsikan karena rusak.

Kondisi ini diakui Kepala UPTD TPA Peh, Putu Ardana. Sehingga operasional pengolahan sampah menjadi terganggu terlebih kondisi TPA memang sempat overload.

“Sekarang ini kami hanya mengandalkan satu alat berat. Empat alat berat kami semuanya rusak, sehingga kami terpaksa menyewa satu unit alat berat dari pihak swasta,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya sampai saat ini semua sampah masih bisa masuk ke TPA, hanya saja proses pemilahan dan penataan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Alat berat yang ada terus beroperasi. Namun karena hanya satu unit sehingga tidak bisa melakukan pemilahan sampah secara optimal,” katanya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak bengkel terkait rusaknya alat berat. Namun, proses perbaikan tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat karena terkendala cuti bersama Lebaran 2026.
“Informasinya, teknisi baru bisa datang besok setelah libur. Mudah-mudahan perbaikan segera bisa dilakukan,” imbuhnya.

Disinggung terkait sampah dari Gilimanuk, disebutnya sempat terkendala alat berat. Namun semuanya sudah bisa masuk ke TPA Peh. “Memang sempat tertunda, tapi semuanya (sampah) sudah masuk,” sebutnya.

Meskipun kapasitas pengolahan terbatas disebabkan rusaknya empat alat yang dimiliki, ditegaskannya bahwa semua sampah harian dari wilayah lain di Jembrana tetap masuk ke TPA Peh.

Baca Juga :  IDI minta masyarakat tetap waspada meski kasus COVID-19 mulai menurun

“Kamis akan segera memperbaiki seluruh alat berat yang rusak guna mengembalikan optimalisasi pengelolaan sampah. Kami sempat merencanakan pengadaan alat berat baru, namun batal karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here