Balinetizen.com, Badung
Kasus pembunuhan terhadap warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial RP di vila Amira, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, terus didalami aparat kepolisian.
Hingga kini, jajaran Polres Badung telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengatakan, penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga berjumlah dua orang.
“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi yang juga merupakan pacar korban, jumlah pelaku dua orang. Namun identitas pelaku masih dalam pendalaman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Sejauh ini, polisi telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pihak villa tempat korban menginap. Jumlah saksi diperkirakan masih akan bertambah seiring pengembangan kasus.
Selain itu, penyidik juga menyisir rekaman CCTV di jalur-jalur yang diduga dilalui pelaku, baik sebelum maupun setelah kejadian. Rekaman tersebut nantinya akan dikonfirmasi kepada para saksi untuk memperjelas kronologi.
Polisi juga mendalami hubungan sosial dan aktivitas korban selama berada di Bali. Diketahui, korban sudah tinggal dan bolak-balik ke Bali sejak tahun 2024 karena memiliki bisnis, meski jenis usahanya belum diungkap. Namun terungkap, korban tinggal di vila Amira baru tiga hari.
“Pendalaman ini penting untuk mengetahui kemungkinan motif, apakah ada kaitan dengan bisnis atau faktor lainnya seperti dendam,” jelasnya.
Korban diketahui memiliki unit usaha bisnis di Bali, namun polisi tidak menjelaskan secara detail pekerjaan korban.
Dalam kasus ini, pelaku diduga menggunakan jaket ojek online (ojol) sebagai modus untuk mengelabui korban dan menghindari kecurigaan.
Kapolres Badung menyebut penggunaan atribut ojol kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan karena mudah didapat di pasaran.
“Jaket ojol sangat mudah dibeli, sehingga sering digunakan pelaku untuk menyamarkan identitas,” tegasnya.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.50 Wita di sekitar Villa Amira Nomor 1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan.
Saat itu, korban bersama kekasihnya berinisial PI (30) baru saja kembali ke villa. Mereka melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna hitam dengan ciri-ciri mengenakan jaket hitam diduga ojol, helm, dan masker.
Kedua pelaku sempat berbalik arah sebelum akhirnya mendekati korban dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Korban ditusuk berkali-kali di bagian leher, wajah, lengan, bahu, hingga punggung. Sementara sang kekasih sempat dikejar pelaku dan melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
Usai kejadian, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban sempat melihat dua orang kabur, namun tidak berani mendekat karena pelaku membawa pisau.
Korban sempat dilarikan ke RS BIMC untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat kehabisan darah.
Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.29 Wita setelah sempat dilakukan tindakan resusitasi jantung.
Polisi Koordinasi dengan Imigrasi
Terkait dugaan pelaku merupakan warga asing yang melarikan diri ke luar negeri, polisi belum dapat memastikan hal tersebut. Namun, koordinasi dengan pihak imigrasi telah dilakukan.
Penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pembunuhan sadis tersebut.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

