Balinetizen.com, Denpasar
SD Negeri 18 Dangin Puri, Denpasar, muncul sebagai contoh nyata dalam memperjuangkan kepedulian lingkungan.
Dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sekolah ini mengajak siswa untuk mengubah sampah botol plastik menjadi sofa ramah lingkungan. Guru kelas 4, Komang Edi Semartama, memimpin inisiatif ini dengan harapan membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.
“Jadi tujuan dari proyek ini adalah untuk menumbuhkan karakter siswa sejak dini, agar lebih peduli terhadap lingkungan. Karena dengan membuat sofa ini, siswa bisa mengurangi sampah botol plastik, sampah plastik, sampah kertas, bahkan sampah kain yang ada di lingkungan sekitar. Ini yang perlu kita tumbuhkan sejak dini,” kata Edi, Sabtu 4 November 2023.
Proyek ini, katanya tidak hanya melibatkan siswa dalam menciptakan produk bermanfaat dari sampah plastik, tetapi juga mengajarkan mereka menjadi pengusaha hijau.
Dengan bimbingan untuk membuat sofa dan media promosi, siswa diajak untuk memahami bagaimana mengelola sampah dan menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.
Selain manfaat langsung bagi siswa, Edi menebaskan bahwa program ini juga memberdayakan sekolah untuk mengurangi sampah.
Melalui kerjasama dengan komunitas lingkungan “Laksana Becik”, sekolah ini juga memperkenalkan kebun edukasi, terutama tentang tanaman obat keluarga (Toga).
Program ‘Kelola Limbahmu, Tukarkan dengan Program Lingkungan’ mengajak siswa untuk mengelola limbah minyak jelantah dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Diharapkan, inisiatif SD Negeri 18 Dangin Puri ini akan menginspirasi sekolah lain di Denpasar dan Badung untuk mengadopsi langkah serupa.
Pendidikan lingkungan ini bukan hanya tentang menciptakan kesadaran, tetapi juga mengajarkan siswa untuk bertindak nyata dalam menjaga masa depan lingkungan kita.
Dengan moto “Lingkungan Bersih, Untuk Masa Depan”, keberlanjutan program ini menjadi kunci bagi generasi mendatang.(Tri Prasetiyo)

