Balinetizen.com, Denpasar
Lurah Serangan, I Wayan Karma, mengaku bingung adanya rumor pembangunan Marina oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID). Hal ini menjadi perhatian karena pemerintah setempat juga sedang merencanakan pelabuhan Marina sebagai bagian dari Masterplan Pengembangan Desa Wisata Serangan yang diinisiasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Ia juga mempertanyakan izin pembangunan pelabuhan Marina yang diduga telah diajukan oleh PT BTID kepada Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenkomarvest).
“Kami di Kota Denpasar sudah mengajukan rencana pembangunan pelabuhan Marina terkait masalah transportasi, dan dinas perhubungan telah melakukan kajian yang panjang. Sekarang jika PT BTID juga berencana membangun Marina, apakah boleh pemerintah mengizinkan dua pelabuhan Marina di daerah yang sama?” tanya I Wayan Karma pada Jumat, 1 September 2023.
Menurutnya, kabar mengenai rencana pembangunan Marina oleh PT BTID harus dievaluasi lebih lanjut. “Kami perlu melakukan kajian agar tidak ada pemborosan, karena dalam Masterplan ini, pelabuhan sudah termasuk dalam rencana. Mengapa rencana ini tidak didukung oleh BTID, yang notabene masih dalam tahap perencanaan?” tambahnya.
Karma menyatakan bahwa pihaknya telah diajak berkomunikasi oleh PT BTID mengenai rencana tersebut dan diminta persetujuan. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya belum menandatanganinya.
Lurah Serangan merasa kecewa karena PT BTID tampaknya tidak memberikan dukungan kepada Kelurahan Serangan yang baru-baru ini meraih Juara III Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dalam kategori desa wisata rintisan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Menurutnya, dalam Masterplan Desa Wisata Rintisan, terdapat 55 kegiatan yang akan dikembangkan oleh Kelurahan Serangan, termasuk pengembangan wisata bahari, kuliner, dan kawasan wisata religi. Terkait dengan Marina, pihaknya telah mengajukan rencana untuk membangun pelabuhan bahari sebagai sarana transportasi pendukung.
“Kami bertanya mengapa rencana ini tidak mendapatkan dukungan,” tegasnya.
Karma berharap agar PT BTID dapat menjalin sinergi yang kuat dengan Kelurahan Serangan, terutama mengingat ada 55 rencana aksi kegiatan yang akan ditangani oleh pemerintah. Ia berharap BTID dapat berperan dalam pengembangan program di Serangan. (Tri Prasetyo)

