Pernyataan Hasto Kristiyanto Patut Disesalkan, Mencoba Jadikan Bali sebagai “Kelinci Percobaan”

0
323

 

Balinetizen.com, Denpasar

Pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sangat menyakiti masyarakat Bali. Hasto telah menghina kecerdasan berpolitik masyarakat Bali. Sepertinya, ucapan Hasto ini menjadikan Bali sebagai “kelinci percobaan” politik, dalam ajang pertarungan politik di menjelang pemilu tahun depan.

Hal itu dikatakan pengamat publik Jro Gde Sudibya, Kamis 13 April 2023 menanggapi pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam sebuah tayangan video pendek di media sosial.

Menurut Gde Sudibya, Taksu Bali “dipermainkan” oleh orang yang tidak paham, bagaimana Bali mesti dipimpin.Re.PURANA BESAKIH, tentang pewarah-warah (ampura) BETHARA GUNUNG dalam memimpin Bali.

Sebagai bagian dari masyarakat Bali, kata Jro Gde Sudibya kami amat sangat kecewa terhadap prilaku politik Gubernur Koster, yang membuat Bali “hancur lebur” seperti sekarang.

“Rakyat Bali semestinya melalukan perlawanan terhadap “penghinaan” ini, ” katanya.

Dikatakan, substansi ucapan yang bersangkutan dapat mengingatkan kita akan “gaya bahasa” para penjajah di Batavia di era pemerintahan Hindia Belanda, terhadap penguasa lokal pribumi yang menjadi bonekanya. Sangat sedih dan memerihkan bagi masyarakat Bali pada umumnya, terlebih-lebih keturunan para pejuang kemerdekaan yang “DNA” nya dari “sananya” “Merah Putih”, setelah Republik mendekati usia 78 tahun.

“Sekarang terserah ke masyarakat, bagaimana menyikapi kondisi yang telah sangat memalukan kita bersama,” kata Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 – 2004, Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma), salah seorang pendiri dan sekretaris Kuturan Dharma Budaya, LSM yang mensosialisasikan pemikiran Mpu Kuturan Raja Kertha.

Jro Gde Sudibya mengatakan, semoga langkah-langkah kita bersama ke depan terberkati oleh Ida Bhatara ring Gunung Agung, sebagaimana tertuang dalam Purana Besakih, yang menjadi “cakepan” hidup kita bersama lebih dari 1.000 tahun, jauh sebelum negara bangsa ini berdiri.

Baca Juga :  Mulai Kamis, 20 Januari 2022, Seluruh Puskesmas di Buleleng Layani Vaksin Dosis Ke Tiga (Booster)

Menurut pendapat netizen, celakanya statement itu nyata-nyata hanya untuk membela seorang politisi yang kebisaannya hanya menjilat dan kualitasnya hanya sebagai pion alias “yes person.” Beginilah jadinya. Kecemasan Aristoteles akhirnya terbukti di Bali: jika anda percaya kepada demokrasi karena demokrasi memberikan hak untuk memerintah kepada mereka yang berhasil mendapatkan suara terbanyak maka suatu saat anda harus rela dipimpin oleh seorang bandit (karena ia mampu meraih suara terbanyak). (Adi Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here