Peta Potensi Investasi Buleleng Disiapkan Berbasis Data, Brida Dorong Kajian Lebih Tajam dan Implementatif

0
52

Balinetizen.com, Buleleng –

 

Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat fondasi pengembangan investasi melalui penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng. Kajian ini diarahkan tidak hanya menghasilkan data potensi, tetapi juga peta yang mampu memberikan gambaran jelas mengenai peluang investasi sekaligus kesiapan wilayah untuk dikembangkan.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Laporan Antara Penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi di Kabupaten Buleleng, pada Kamis (3/9/2026), yang mempertemukan perangkat daerah, para camat, Tim Pengendali Mutu, Tim Pelaksana, serta pihak terkait lainnya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan menegaskan, hasil sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) memberikan penekanan penting terhadap output utama kajian, yakni berupa peta potensi investasi. Karena itu, penyusunan peta harus memiliki basis data yang kuat dan sinkron dengan berbagai dokumen perencanaan maupun regulasi yang telah berlaku.

“Penyusunannya harus sinkron dengan data BPS, RTRW, RDTR, RPJMD, serta regulasi lain yang telah ada di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.

Menurutnya, FGD pembahasan laporan antara menjadi momentum strategis untuk menguji sekaligus memperkaya hasil kajian yang telah disusun. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian hasil sementara, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan data, koreksi, informasi, dan perspektif sektoral maupun kewilayahan.

“Forum ini tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan hasil sementara kajian, tetapi juga menjadi ruang bagi kita semua untuk memberikan masukan, koreksi, data, informasi serta perspektif dari masing-masing sektor dan wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perangkat daerah dan unsur kewilayahan sangat penting karena pemetaan potensi investasi tidak cukup hanya melihat potensi komoditas atau sektor unggulan. Kajian juga harus mampu membaca berbagai faktor pendukung dan tantangan yang akan menentukan kelayakan pengembangan investasi di suatu wilayah.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik Karena Termasuk Jenis Non Subsidi, Ini Penjelasannya

Masukan dari para pihak diharapkan dapat memperkaya pemetaan, mulai dari permasalahan, peluang investasi, kebutuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya, hingga aspek pendukung lainnya. Dengan demikian, peta yang dihasilkan nantinya tidak hanya informatif, tetapi dapat menjadi instrumen yang membantu pemerintah dalam menentukan arah pengembangan investasi secara lebih tepat.

“Masukan dari masing-masing pihak diharapkan dapat membantu menyempurnakan pemetaan potensi investasi, termasuk dalam melihat berbagai permasalahan, peluang, kebutuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya, serta aspek pendukung lainnya,” jelasnya.

Penyusunan kajian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mengidentifikasi, memetakan, dan mengembangkan berbagai potensi daerah yang memiliki peluang untuk ditawarkan sebagai sektor maupun komoditas investasi.

Keberadaan peta potensi investasi yang berbasis data diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai di mana potensi berada, apa yang dapat dikembangkan, serta apa saja yang perlu dipersiapkan agar peluang investasi tersebut dapat diwujudkan secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Kaban Suwarmawan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Buleleng yang telah menyediakan tempat sekaligus memfasilitasi pelaksanaan FGD. Sinergi antarperangkat daerah dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kajian yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Apresiasi juga disampaikan kepada Tim Pelaksana dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) atas pelaksanaan kajian tersebut. Berbagai masukan yang diperoleh dalam FGD akan menjadi bahan penyempurnaan laporan antara menuju laporan akhir yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Buleleng.

Dengan proses penyusunan yang melibatkan lintas sektor dan berbasis pada data serta dokumen perencanaan daerah, Peta Potensi Investasi Buleleng diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam membuka peluang investasi yang lebih terarah, sesuai karakteristik wilayah, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Kajati Bali Soroti Kasus Korupsi di Sektor Pertambangan

“Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi yang lebih ‘media banget’ dengan judul yang lebih provokatif/menarik dan lead berita yang lebih kuat, seperti gaya berita portal online,” tutup Suwarmawan. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here