PLN UP2D Bali Gerak Cepat, Pastikan Aliran Listrik Aman saat Banjir

0
325
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra.

Balinetizen.com, Denpasar-

PLN UP2D Bali bergerak cepat pastikan aliran listrik tetap aman saat banjir agar tidak membahayakan masyarakat. Dalam bencana tersebut beberapa instalasi listrik di sejumlah wilayah mengalami kerusakan dan mengakibatkan pemadaman sementara. Namun proses pemulihan berlangsung dengan cepat dengan penerapan fast response dan penggunaan peralatan bergerak yang berperan sebagai pengganti alat PLN yang rusak akibat terendam air.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra menyampaikan pihaknya melakukan pemantauan ketinggian air secara berkala di setiap lokasi berisiko. Saat air mulai mendekati peralatan bertegangan, tim langsung melakukan pemadaman demi keamanan masyarakat dan aset PLN. “Banjir ini kan naiknya bertahap. Jadi teman-teman di pelayanan memonitor tinggi air. Kalau dirasa sudah cukup membahayakan, maka kami padamkan demi keamanan bersama,” ujar Irwan saat bertemu dengan awak media pada Jumat (10/10/2025) di Denpasar.

Ia menambahkan setelah air surut, PLN melakukan pemeriksaan instakasi secara menyeluruh. Apabila dirasa ada peralatan yang terkena air, dilakukan pembersihan dan pengeringan sebelum dioperasikan kembali. Namun, jika ditemukan kerusakan, peralatan akan segera diganti menggunakan sistem mobile untuk mempercepat proses pemulihan sembari menunggu diganti ke alat yang baru.

Irwan juga menjelaskan pihaknya bergerak cepat sejak hari pertama bencana untuk memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak kerusakan pada jaringan listrik. “Untuk perbaikan instalasi PLN yang terdampak akibat bencana sudah pulih sekitar H+3. Sementara untuk pelanggan umum sebagian besar sudah menyala pada tanggal 10,” jelas Irwan.

Menurutnya, sejumlah gardu mengalami kerusakan cukup parah, salah satunya di Rumah Sakit Wangaya, Denpasar. Proses normalisasi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pemasangan perangkat bergerak sebagai pengganti sementara sebelum komponen permanen diganti dengan yang baru. “Kami menggunakan dua cara. Pertama, langkah darurat dengan peralatan bergerak sebagai pengganti sementara agar pelanggan bisa segera menyala. Setelah itu, perangkat permanen baru kami pasang untuk menggantikan yang rusak,”ujar Irwan.

Baca Juga :  Memitigasi Ekonomi dalam Fenomena Ekonomi Perang, Tantangan Pemerintahan Presiden Prabowo

Dalam proses pemulihan, pihaknya mengerahkan personel dari beberapa unit kerja, terutama UP3 Bali Selatan dan UP3 Bali Timur yang menjadi wilayah paling terdampak. Sementara itu di Bali Utara, sebagian jaringan mengalami gangguan akibat tanah longsor dan angin kencang. “Kami kerahkan personel semaksimal mungkin dari berbagai UP3. Semua sumber daya dan material pengganti dikerahkan agar pemulihan bisa lebih cepat,” tambah Irwan.

Rencananya, PLN akan melakukan evaluasi dan perencanaan ulang terhadap lokasi instalasi yang berisiko, termasuk kemungkinan peninggian posisi peralatan agar lebih aman dari potensi banjir. “Beberapa daerah sebenarnya sudah dilakukan peninggian berdasarkan evaluasi kejadian sebelumnya. Untuk yang terdampak kemarin, masih dalam tahap perencanaan agar ke depan bisa lebih aman,” tambahnya.

Irwan juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengutamakan keselamatan. Ketika peralatan listrik cukup dekat dengan air, PLN akan langsung melakukan pemadaman. Agar listrik bisa pulihkan secepat mungkin, pemadaman ini perlu dimaklumi untuk menjaga keselamatan warga dan kemanan dari peralatan PLN.

Radha/BN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here