Balinetizen.com, Jember
Kasus dugaan tindakan merugikan mitra bisnis AFC yang menyeret nama oknum leader, Endang Sulastri, terus bergulir. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember mengonfirmasi telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi untuk mendalami dugaan penipuan dan penggelapan bernilai ratusan juta rupiah tersebut.
Penyidik Polres Jember, Aipda Dedy Retafikal, menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah merencanakan proses gelar perkara guna menentukan kelanjutan status hukum kasus ini.
“Untuk rencananya akan saya gelarkan. Nanti hasil gelar yang menentukan perkara ini ada peristiwa pidana atau tidak,” ujar Aipda Dedy saat dikonfirmasi media, Jumat (21/8/2026).
Media juga berupaya melakukan konfirmasi kepada Endang Sulastri melalui pesan WhatsApp pada Kamis (20/8/2026), namun hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban.
Perlu diketahui, kasus ini pertama kali mencuat seiring munculnya berbagai keluhan dari sejumlah mitra di bawah upline ES. Salah seorang perwakilan mitra, Nings, mengungkapkan bahwa kerugian yang dialami para korban dipicu oleh penguasaan akun secara sepihak hingga dugaan penggelapan transaksi produk.
“Banyak mitra tidak bisa mengakses akun mereka karena username dan password dikendalikan penuh oleh pihak bersangkutan, sehingga hak bonus mitra tidak dapat cair,” ungkap Nings kepada awak media, Kamis (20/8/2026).
Selain masalah penguasaan akun dan bonus tertahan, indikasi penggelapan juga terjadi pada penagihan produk milik mitra yang diduga diperjualbelikan secara sepihak tanpa mengembalikan uang hasil penjualannya. Nings menyebut total nilai kerugian pada salah satu pihak diperkirakan mencapai Rp255 juta.
Nings mendesak agar aparat penegak hukum (APH) bertindak tegas dan memproses kasus ini secara transparan demi mencegah timbulnya korban baru. Ia juga menegaskan bahwa tindakan ini murni merupakan perbuatan individu oknum dan tidak berkaitan dengan reputasi manajemen bisnis AFC secara keseluruhan.
“Oknum seperti ini harus segera ditindak apabila memang terbukti melakukan pelanggaran. Jangan sampai nantinya mencari korban atau mangsa baru,” tegasnya.
Maski

