Balinetizen.com, Badung
Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Pindar resmi memasuki fase baru sebagai salah satu pilar utama dalam ekosistem jasa keuangan nasional.
Tidak lagi sekadar menjadi jalur pembiayaan alternatif, Pindar kini berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan, mendukung pertumbuhan UMKM, dan mendorong roda perekonomian Indonesia secara berkelanjutan.
​Pertumbuhan industri Pindar mencatatkan fondasi yang kian solid. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2026 menunjukkan outstanding pembiayaan Pindar mencapai Rp105,14 triliun, tumbuh 25,88% secara tahunan (YoY) dengan total 26,91 juta rekening peminjam aktif.
Capaian ini melengkapi peran perbankan dan lembaga keuangan formal dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal.
​Seiring skala industri yang kian membesar, tantangan Pindar bergeser dari sekadar adopsi teknologi menuju penguatan tata kelola, peningkatkan kepercayaan publik, dan penajaman kolaborasi lintas sektor.
​Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, menyatakan bahwa industri Pindar membutuhkan pendekatan baru untuk membangun ekosistem pembiayaan digital yang tangguh.
“Tentunya ini merupakan ruang kolaborasi yang melibatkan regulator, pemerintah, pelaku industri, hingga investor menjadi kunci utama dalam menyusun arah strategis ke depan,” ungkapnya dalam keterangan resminya Jumat (21/8).
​Menjawab kebutuhan tersebut, AFPI menggelar Fintech Lending Days (FLD) 2026 di Bali pada 20–21 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem”.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada edukasi dan literasi, FLD 2026 kini bertransformasi menjadi strategic industry platform.
​Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyambut positif transformasi FLD 2026 sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan kepercayaan publik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pentingnya kepastian regulasi dan iklim investasi yang kondusif agar Pindar dapat terus memperbesar porsi pembiayaan produktif bagi sektor UMKM.
​Selain diskusi tingkat tinggi, FLD 2026 juga menghadirkan kegiatan konkret seperti Business Matching & Networking Session, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Industry Showcase.
Masa depan pembiayaan digital Indonesia tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, melainkan pada kuatnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan demi mewujudkan inklusi keuangan yang merata.
​Penyelenggaraan FLD 2026 didukung oleh sejumlah platform Pindar terkemuka, antara lain: PT Info Tekno Siaga (Adapundi), PT Pintar Inovasi Digital (AsetKu) dan PT Indonesia Digital Identity (VIDA).(RLS).

