Prediksi Munculnya Konfigurasi Kekuatan Politik Baru dengan Memilih Prof.Machfud sebagai Simbol Politik Perlawanan

0
62

 

Balinetizen.com, Denpasar

Prediksi Munculnya Konfigurasi Kekuatan Politik Baru dengan Memilih Prof.Machfud sebagai Simbol Politik Perlawanan.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi politik, Minggu 2 Agustus 2026.

Dikatakan, ‘Radical break”, penggantian besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih dan perubahan komposisi besar bagi dukungan politik ke Presiden Prabowo, relatif sulit.

Mengapa demikian? Menurut Jro Gde Sudibya, karakter Prabowo yang otoriter, jika menyimak perjalanan karier politiknya, sehingga sulit berbagi kekuasaan dengan kekuatan lainnya.

” Munculnya fenomena totalitarianisme dengan gaya kepemimpinan fasis mungkin merupakan ciri otentik dari kepemimpinan Prabowo,” katanya.

Selain itu, lanjut dia kekuatan “Geng Solo” dengan sejumlah kekuatan oligarki pendukungnya, sudah tentu tidak terima dengan setiap upaya yang mengurangi privilege mereka dan pasti akan melakukan perlawanan balik.

Ke depan, kata Jro Gde Sudibya, dalam waktu dekat bisa saja muncul kekuatan politik tandingan, sebut saja memilih Prof.Machfud (representasi dari kaum Nahdiyin)

Dikatakan, ini sebagai simbol politik perlawanan terhadap kekuasaan yang dinilai semakin otoriter, dengan dukungan politik dari figur: Megawati Soekarnoputri sebagai representasi dari kekuatan kebangsaan, Sultan Hamengkubowono ke X sebagai representasi dari kekuatan kultural Jawa, JK mewakili kekuatan Islam moderat, sebagai respons terhadap kelabilan politik yang bisa berujung ke sebut saja revolusi sosial.

“Atau kemungkinan pilihan konfigurasi kekuatan politik lain, sebagai respons terhadap perkembangan politik dadakan, casus belli jika terjadi “people power”,” katanya.

Dikatakan, pada kondisi terburuk, the worse case scenario, ada risiko terjadi konflik sosial berkepanjangan berupa perang saudara di antara anak-anak bangsa dalam memperebutkan sumber daya negara, dalam realitas politik kekuasaan, dimana penguasaan sumber daya negara menjadi faktor penentu dalam kompetisi politik yang sarat politik uang.

Baca Juga :  Pol PP Denpasar Periksa Sengketa Tanah di Sesetan

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here