Ratusan Siswa SD Dan SMP Belum Lancar Membaca, Ketua Fraksi Gerindra Harja Astawa Angkat Bicara

0
234

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pemkab Buleleng saat ini terkonsentrasi menuntaskan persoalan ratusan siswa SD dan SMP yang belum lancar membaca dan menulis. Dan malahan Dewan Buleleng mentargetkan Kepala Sekolah maupun Disdikpora Buleleng mampu menuntaskan persoalan ini dalam kurun waktu tiga bulan. Mengingat sebanyak 842 siswa SD dan 375 siswa SMP yang masih mengalami kesulitan membaca, menulis dan berhitung (calistung).

Berangkat dari persoalan ini, Ketua Fraksi Partai Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, S.H., M.H mengaku miris dan prihatin. Dimana kondisi ini terkesan merupakan tamparan memalukan bagi Buleleng yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan.

“Sangat mencoreng citra Singaraja sebagai pusat pendidikan di Bali Utara. Hal ini menunjukkan ada persoalan serius dalam sistem pendidikan,” ujarnya.

Menurut dia sistem kenaikan kelas otomatis, boleh dikatakan salah satu akar persoalannya.

“Dahulu, anak kelas 1 maksimal kelas 2 SD harus sudah bisa membaca dan menulis. Kalau tidak bisa, maka tidak naik kelas. Namun sekarang, siswa bisa membaca maupun tidak bisa, tetap saja naik kelas,” ucap Harja Astawa yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng ini, pada Senin (5/5/2025) melalui video singkatnya.

Menurutnya pendidikan tidak hanya soal kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Tapi juga soal etika, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap guru dan orang tua.

“Di zaman saya SD kalau tidak bisa membaca, guru bisa menjewer atau menyuruh berdiri di depan kelas. Itu bagian dari pendidikan. Tapi sekarang? kalau guru sedikit tegas saja, maka orang tua langsung protes, bahkan sampai lapor polisi. Hal ini kesannya telah merenggut kebebasan dan kreativitas guru dalam mendidik murid. Disamping itupula beban administratif yang kian menumpuk di pundak para guru. Seyogyanya guru harus diberi ruang untuk fokus pada tugas utama mereka dalam proses belajar dan mengajar untuk membentuk karakter siswa,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Bagikan 1000 Masker di Pasar Umum Galiran

Ia pun mendorong pemerintah untuk lebih serius mendukung dunia pendidikan, tidak hanya dari segi anggaran, tetapi juga fasilitas dan kesejahteraan guru.

“Salah satu solusinya adalah program makanan bergizi gratis dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar murid bisa belajar dengan perut kenyang dan pikiran tenang,” ujarnya.

Harja Astawa sebagai mantan anggota Dewan Pendidikan Buleleng selama dua periode, mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah maupun orang tua untuk kembali menaruh kepercayaan penuh pada sekolah dan para guru.

“Sejatinya guru ingin muridnya menjadi orang berguna. Jadi para guru, tetaplah fokus dan banggalah menjadi pendidik, apapun tantangannya. Kami akan selalu mendukung demi terciptanya generasi muda Buleleng yang cerdas, beretika, dan membanggakan,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here