Balinetizen.com, Denpasar –
Hari ini, Rabu, 15 Oktober 2025, raina Buda Kliwon Gumbreg, momentum untuk melakukan refleksi diri, di tengah rutinitas kehidupan, dengan fenomena sosial, apa yang disebut oleh seorang rokhaniwan cum sastrawan sebagai atheis praktis. Per teori orang percaya Tuhan, tetapi dalam realitas ke seharian Tuhan dianggap tidak ada, sehingga dengan enteng dam mudah hati melanggar ajaran agama yang secara formal dipeluknya. Kemunafikan yang kasat mata, banal, termasuk oleh mereka yang secara tradisi menjadi panutan.
Sastra Hindu mengajarkan tetang lapisan diri manusia -maya khosa-, di mana Pikiran, perasaan dan hati di arahkan menuju ke dalam Wijnana Maya Khosa yang menstimulasi kearifan dan kebijaksanaan kehidupan. Terus diarahkan menuju ke dalam Ananda Maya Khosa, kedamaian, kebahagiaan abadi, sukha tan pawai duka. Proses melihat diri ke dalam, sebagai upaya pendakian rokhani menjadi begitu penting, di tengah anomali kehidupan, dilanggarnya “sesana”, mudah menimbulkan stres dan bahkan stres berkepanjangan terutama bagi insan manusia yang kurang “pageh” dalam mengarungi suka-dukanya kehidupan.
Kalau tidak diwaspadai, lingkungan yang mungkin negatif di sekitar kita, bisa menjadi kekuatan yang bisa menyeret kapasitas berpikir kita, dan destruktif terhadap prilaku kita sendiri.
Svami Vivekananda dalam rangkaian ceramahnya di sejumlah kota di AS, pasca mengikuti Konferensi Agama-Agama Se Dunia di Chicago AS, September 1893, 132 tahun yang mengatakan, kekuatan Pikiran, the power our mind, akan mampu menyerap energi positif dan negatif yang ada di sekitar kita. Kekuatan positif dalam diri akan menyatu dengan kekuatan positif dari luar, kekuatan negatif dalam diri akan menyatu dengan kekuatan negatif dari luar.
Kekuatan tarik menarik dari dua kekuatan ini dalam diri akan menentukan karakter kita dan kemudian menentukan kualitas kita sebagai manusia.
Menurut Svamiji, dengan menumbuhkan kesadaran akan kekuatan Tuhan dalam diri, Svamiji menyebutnya Divinity of the people, dengan disiplin diri kuat, bisa melahirkan interaksi antara Divinity of the people dengan Divinity of the nature, kekuatan Tuhan di Alam Raya. Interaksi yang melahirkan spirit untuk berkontribusi menjaga Alam Raya beserta penghuninya. Dalam bahasa Svami Vivekananda, ketercerahan diri Sat – Chit – Ananda. Tuhan, Pengetahuan tentang Realitas Tuhan, Samudra Kebahagiaan.
Jro Gde Sudibya, Intelektual Hindu.

