Balinetizen.com, Jembrana
Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kabupaten Jembrana, Bali siagakan posko 24 jam. Upaya ini untuk menangani korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Kamis (3/7/2025) dinihari.Waktu Indonesia Tengah (WITA).
RSU Negara saat ini sedang menangani atau merawat 2 orang korban selamat Supardi dan Abu Khoiri dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sementara ada 4 korban meninggal berada di kamar jenazah.
Ditemui di RSU Negara, Supardi menuturkan, bahwa dia berencana akan ke Ubung, Denpasar bersama adiknya Abu Khoiri dan rekan lainnya untuk bekerja sebagai buruh.
“Kami berangkat naik travel. Setelah di kapal dan kapal berlayar tiba-tiba kapal miring. Kemudian saya mengambil pelampung dan meloncat dari kapal. Saya berusaha tenang dan mengapung dan meminta tolong dengan perahu yang lewat. Kami diselamatkan dibawa ke Pebuahan,” jelasnya.
Hal senada juga dikatakan Abu Khoiri. Namun dia mengaku tidak bisa menghubungi keluarganya karena tidak hapal dengan nomor ponsel keluarganya.
“Keluarga tidak tahu saya naik kapal apa. Semua perlengkapan dalam mobil travel. Syukur saya selamat, semoga nanti bisa pulang,” harap bapak dua anak ini.
Menurutnya, saat naik ke kapal di dalam kapal kendaraan sudah penuh dan cuaca juga buruk. “Ombaknya sangat besar. Ada ibu-ibu dan anaknya masih bertahan di dalam mobil saat kapal berlayar. Entah bagaimana nasib mereka,” ungkapnya sedih.
Sementara Kabid Pelayanan Medis RSU Negara dr I Gusti Ngurah Putu Adnyana mengatakan, RSU Negara siap siaga dalam menangani bencana tenggelamnya kapal di Gilimanuk.
“Kami sudah siap. Saat ini kami sudah siapkan pos bencana. Ada petugas yang jaga. Tim medis kami kerahkan baik di UGD dan kamar jenazah. Posko kami buka 24 jam,” terangnya.
Sementara kondisi korban yang sedang menjalani perawatan menurutnya, sudah membaik dari sebelumnya sempat mengeluhkan nyeri dan mual.
“Untuk konsumsi sudah kami bantu. Saat ini di kamar jenazah ada 4 korban, 3 laki-laki, satu perempuan. Visum luar dan identifikasi juga sudah dilakukan. Ada dua jenazah sudah dikenali dan masih proses administrasi pemulangan,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekda Jembrana I Made Budiasa menyampaikan bahwa, korban nantinya akan dibantu BPBD Jembrana untuk mengantar kepulangannya.
“Karena korban ditemukan di Jembrana kita bantu dengan sarana prasarana yang ada. Seperti konsumsi dan proses pemulangan korban ke daerah asal. Kita bantu semaksimal mungkin,” ujarnya.
Sementara di Pelabuhan Gilimanuk juga disiapkan posko pengaduan. Dan proses pencarian korban masih dilakukan tim gabungan.
Dari informasi hingga Kamis siang ditemukan ada 31 korban selamat dan 4 meninggal dunia.
Diberitakan sebelumnya KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di Selat Bali pada Kamis (3/7/2025) dinihari. Dugaan awal akibat kebocoran pada ruang mesin.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur pada Rabu (2/7/2025) pukul 22.56 WIB menuju ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Sekitar pukul 00.16 WITA, kru kapal mengirim sinyal darurat melalui channel 17 radio maritim, melaporkan kebocoran di ruang mesin
Tidak berselang lama sekitar pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout atau mati total. Pada pukul 00.22 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya 3888 yang mendekat untuk membantu, namun KMP Tunu Pratama Jaya sudah terbalik dan hanyut ke selatan, pada koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′. (Komang Tole)

