Srikandi PDI-P Meninggal Dunia di Hari Kartini

0
415

 

Balinetizen.com, Jembrana

Tepat di Hari Kartini, 21 April, keluarga besar PDI-P Kabupaten Jembrana berduka. Srikandi PDI-P, Ni Putu Lilyana asal Desa Melaya, Kecamatan Melaya, meninggal dunia.

Anggota DPRD Jembrana Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Melaya dari informasi meninggal dunia di rumah sakit umum (RSU) Negara, Kamis (21/4/2022) sekitar pukul 02.15 karena sakit.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada usia 37 tahun dengan meninggalkan dua putri dan satu putra. Yakni Ni Luh Putri Surya Dewi (19), semester II Fakultas Ekonomi, UNUD, Ni Kadek Rani Kumala Dewi (13), SMP kelas 1 dan I Komang Agus Amerta Jaya (12) SD kelas V.

Menurut putrinya, Ni Luh Putri Surya Dewi, almarhum sempat dirawat di rumah sakit Bali Med selama enam (6) hari. Almarhum masuk rumah sakit Bali Med pada hari Kamis (14/4/2022) dengan gejala demam. “Waktu itu ibu panas tinggi, tapi ibu merasakan dingin” ujarnya didampingi pamannya, Gede Agus Darsana (36) ditemui di rumah duka, Kamis (21/4/2022).

Di Bali Med lanjutnya, almarhum mendadak batuk dengan HB rendah. Almarhum juga sempat mendapat transfusi darah sebanyak satu setengah kantong.

Tiga hari sebelum dirujuk ke RSU Negara sambungnya, kondisi almarhum sudah membaik. Bahkan sempat berbicara seperti biasa dan ke kamar mandi sendiri. “Ibu sempat bilang akan mengajak kami shoping kalau sudah sembuh. Waktu itu demam dan batuk ibu sudah hilang” imbuhnya.

Almarhum menurutnya dirujuk ke RSU Negara pada Rabu (20/4/2022) sekitar pukul 16.00 dengan kondisi lemah. Dan sempat di-uap karena merasa sesak. “Ibu meninggal tadi pagi (Kamis) sekitar pukul 02.30. Ibu dibawa pulang sekitar pukul 05.00” ujarnya.

“Ibu tidak pernah mengeluh sakit. Bilangnya cuma lelah atau vertigo (sakit kepala)” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Terus Berupaya Maksimal Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

Upacara penyiraman almarhum akan dilaksanakan pada tanggal 24 April dan Upacara Pelebon (Pengabenan) pada tanggal 25 April 2022 di Setra Desa Melaya.

Dikonfirmasi terpisah Sekretaris DPC PDI-P Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi mengaku sangat kehilangan sosok srikandi PDI-P yang tidak mengenal lelah.

Duka yang mendalam menurutnya bukan saja dirasakan keluarga besar PDI-P Jembrana, juga keluarga besar DPRD Jembrana. “Selama di lembaga (DPRD), keseharian beliau bawaannya selalu ceria” ujarnya.

Dalam pengemban amanat sebagai anggota dewan lanjutnya, juga sangat luar biasa dan vokal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Jembrana dan khususnya di Dapil Melaya. “Beliau di Komisi II. Almarhum sangat aktif dan vokal” jelasnya.

Sri Sutharmi yang juga Ketua DPRD Jembrana mengaku tahu almarhum sakit sejak sebulan lalu karena sering minta ijin untuk check up ke Denpasar. “Saya sempat tanya sakitnya apa, beliau bilang batuk dan flu juga peradangan di tenggorokan” ujarnya.

Sekitar empat atau lima hari lalu sambungnya, HB beliau drop dan diperkirakan ada infeksi di paru-paru. “Beliau sempat mendapat transfusi darah namun belum masuk satu kantong, kondisi beliau tidak tertolong karena juga ada sesak, paru-parunya sudah terganggu” terangnya.

Almarhum menurutnya sangat aktif di partai. “Di partai beliau sebagai Sekretaris PAC Melaya. Kami sangat kehilangan sosok beliau” pungkasnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here