Balinetizen.com, Badung
Pembangunan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi bakal dilanjutkan. Dianggarkan proyek ini menelan anggaran sebesar Rp7-8 triliun.
Hal ini diungkap dalam rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI) di Wisma Bima 2 Jalan Raya Kuta No. 295 Tuban, Kabupaten Badung, Rabu 11 Oktober 2023.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Triono Junoasmono mengatakan, bahwa proyek ini akan dilanjutkan meskipun mengalami keterlambatan pada tahun 2022. Pelelangan untuk pengadaan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan dilakukan pada November 2023.
“Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi tetap dilanjutkan, meski ada tersendat di Tahun lalu (2022), tetapi melihat progres yang ada kami akan segera melakukan pelelangan untuk pengadaan pembangunan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. Ditargetkan pada November 2023 ini dapat dilakukan pelelangan yang baru,” ujar Triono, usai rapat membahas perkembangan pengusahaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, di Badung, Bali, Rabu 11 Oktober 2023.
Dr. Ir. Wayan Koster yang turut hadir dalam rapat mengatakan, rencana pembangunan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, ia akui merupakan tanggung jawab moralnya sehingga ia berupaya melakukan penuntasan pengerjaan jalan tol untuk kepentingan jangka panjang masyarakat ke depan.
“Saya punya tanggung jawab besar dan moral, karena yang merintis ini adalah saya. Saat menjadi Gubernur, ketika ada wacana jalan tol saya respon, saya mengusulkan kepada Pak Menteri PUPR dan beliau menyetujui, sehingga bisa diprogramkan oleh Pak Menteri PUPR. Prosesnya masih berjalan tahapannya, mulai dari penetapan lokasi, pengukuran lahan, dan lain-lainnya. Sebelumnya, juga sudah dilakukan Groundbreaking di lahan milik Pemprov Bali,” jelas Koster.
Untuk diketahui, proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi memiliki panjang sekitar 96,21 Kilometer merupakan proyek strategis nasional dengan anggaran sekitar Rp7-8 Triliun.
Koster memastikanpembebasan lahan akan terjamin dari APBN melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2025 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. (Tri Prasetiyo)

