Balinetizen.com, Badung
Peristiwa tragis terjadi di sebuah proyek penataan lahan di kawasan Jalan Alas Arum (utara Jembatan Bali Cliff), Banjar Mekar Sari, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat (23 Januari 2026).
Senderan penahan tebing dilaporkan jebol dan longsor, menimbun para pekerja proyek hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Dari informasi yang dihimpun kepolisian, longsor diketahui terjadi sekitar pukul 10.30 WITA, namun baru dilaporkan kepada pihak berwajib sekitar pukul 13.15 WITA.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, peristiwa bermula saat sejumlah buruh tengah bekerja membuat pondasi “cakar ayam” pada bagian utara proyek pembangunan jalan di area tebing.
“Saat sedang bekerja, saksi mendengar suara reruntuhan senderan tebing yang berasal dari arah atas sungai kering,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jumat (23/1/2026).
Mendengar suara tersebut, saksi bersama pekerja lainnya langsung mendekati sumber bunyi untuk memberikan pertolongan. Namun sesampainya di lokasi, mereka mendapati senderan penahan jalan telah roboh dan menimpa beberapa pekerja.
Dalam kejadian ini, pekerja bernama Joko Sambang (48) sempat tertimbun pada bagian kaki hingga pinggang dan berhasil dievakuasi oleh rekan kerja.
Sementara korban lainnya bernama Farhan Yudistian (14) dilaporkan tertimpa batu dan mengalami luka serius berupa memar pada bagian wajah dan dada, serta mengeluarkan darah dari telinga.
Farhan kemudian dibawa ke RS Bali Jimbaran untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah dilakukan tindakan medis, Farhan dinyatakan meninggal dunia.
Selain Farhan, satu korban lainnya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian yakni Shohibul Hasan (24) asal Dusun Nyabrang, Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar.
Total 4 Korban : 2 Selamat, 2 Meninggal
Berdasarkan data yang diterima, total korban berjumlah empat orang, dengan rincian:
Korban Selamat:
Mohammad Waki (19) asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
Joko Sambang (48) asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
Korban Meninggal:
Shohibul Hasan (24) – meninggal di TKP
Farhan Yudistian (14) asal Jember – meninggal di RS Bali Jimbaran
“Untuk kondisi korban selamat, Joko mengalami lecet dan nyeri pada kaki
Waki mengalami lecet pada bagian tangan,” ungkap Kasi Humas.
Salah satu saksi, Heru Irfan Syah (42) selaku operator alat berat, menyampaikan saat sedang mengoperasikan ekskavator di ujung lahan sekitar pukul 11.00 WITA, ia mendengar suara reruntuhan dan melihat ada pekerja melambaikan tangan meminta pertolongan.
Heru kemudian mengarahkan ekskavator ke titik longsor untuk membantu evakuasi. Saat itu ia melihat seorang laki-laki tertimbun hingga setengah badan pada bagian kaki dan berteriak minta tolong.
Saksi lainnya, Mohammad Sofyan, buruh proyek, menerangkan dirinya sedang bekerja bersama lima orang lainnya di bagian bawah proyek untuk pemasangan batu. Tiba-tiba terdengar suara longsor dari arah atas, di mana ada beberapa pekerja yang sedang membuat adukan menggunakan molen.
Sofyan menyelamatkan diri, lalu kembali ke area atas untuk membantu korban. Namun ia juga sempat diminta membantu rekan kerja dari arah bawah yang terjebak reruntuhan.
“Tim Unit Inafis yang tiba di lokasi menyatakan senderan tembok dinding jebol dan mengalami longsor karena penahan tembok tidak kuat,” ujarnya.
Selain itu, Basarnas Bali ikut melakukan pencarian korban. Tim berhasil menemukan korban pada pukul 14.40 WITA, dan proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 15.00 WITA menggunakan alat berat ekskavator.
Kedua korban meninggal kemudian dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah menggunakan ambulans Banser Badung.
Adapun pemilik lahan proyek tersebut disebut bernama Gusti Made Kadiana (61).
(Jurnalis : Tri Widiyanfti)

