Tiga Hari di Menjelang Pencoblosan, Keberanian dan Kecerdasan dalam Melakukan Pilihan Politik

0
178

Ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar

Tiga hari di menjelang pencoblosan Pilpres dan Pileg, masyarakat Bali yang beragama Hindu, dalam perspektif sosiologi agama, mengenal dan meyakini PENGURIP 3 sebagai simbolik kekuatan Tuhan Rudra. Dalam kosmologi ruang Bali, PADMA BHUWANA, 8 kekuatan Tuhan Ciwa di 8 penjuru angin Bali, simbolik kekuatan Rudra “distanakan” di Barad Daya (Nreti) Bali ring Bukit Uluwatu, Badung Selatan.

Kekuatan Tuhan Rudra dalam relasi Bhuwana Agung – Bhuwana Alit, menjadi bahan ulasan penting di Bali. Sederhananya, mencapai puncaknya dalam perayaan upakara terbesar di Bali, EKA DASA RUDRA, pemujaan Tuhan 11 Rudra, di Penataran Agung Besakih, setiap penggantian 2 rah windhu, setiap 100 tahun. Dalam mikro kosmos, Alam Kecil dalam Diri, kesadaran Tuhan Rudra, menjadi energi terkuat dalam transformasi diri, pijakan besar untuk pembangkitan rokhani, melalui sastra “segara danu tanpa tepi”.

Transformasi diri yang terbumikan dalam laku: keberanian memutuskan, kecerdasan kognitif dalam melihat hubungan sebab akibat, spirit diri kuat dalam menghadapi “dasa muka”kebingungan akibat dampak (lekehan) Kali Yuga. “Lekehan” zaman Kali yang bercirikan: “pemujaan” kepada kekuasaan, benda materi dan bentuk-bentuk kesementaraan (maya) kehidupan lainnya. Dengan diri yang tercerahkan di atas, Kita memasuki kotak suara, terlepas dari “penyakit”: “gabeng”, “uang receh” dan bujukan setingkat “kaleng-kaleng” dan juga “belog ajum”, menggadaikan masa depan untuk rentang waktu 5 – 10 tahun ke depan.

I Gde Sudibya, intelektual Hindu, penulis buku agama Hindu dan Kebudayaan Bali.

Baca Juga :  KPU Kota Denpasar Sosialisasikan Fungsi SIPOL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here