Balinetizen.com, Denpasar
Ubud Village Jazz Festival (UVJF) yang merupakan Jazz bertaraf internasional sudah memasuki 10 tahun berturut-turut. Seharusnya ini merupakan tahun ke-11, tetapi akibat pandemi Covid-19 ditiadakan.
Tahun ini akan digelar di Sthala Ubud, dengan menghadirkan tiga stage (panggung) yang dikemas dengan cantik terdiri dari Giri stage, Padi Stage dan Subak stage.
Dengan memasuki usia satu decade dan bertambahnya jumlah pengunjung secara signifikan, UVJF 2023
akan diadakan pada tanggal 28 dan 29 Juli 2023 (Jumat dan Sabtu), saat ini baru 400 tiket terjual dengan target 1000 pengunjung per harinya. Untuk tiket dijual seharga Rp650 ribu/hari sementara untuk dua hari dijual Rp900 ribu/nett.
“Kami telah mengadakan festival di ARMA selama sembilan tahun, dan jumlah pengunjung terus bertambah,
tanpa ada tanda-tanda akan berkurang. Kami ingin mempertahankan festival yang nyaman dan layak dinikmati bagi penonton kami, dan terus mengejutkan mereka dengan pengalaman baru,” ujar Yuri Mahatma didampingi Anom Darsana, Cofounder UVJF saat preskon di Denpasar, Jumat 21 Juli 2023.
Keduanya berharap event musik internasional ini dapat menjadi event musik jazz kebanggaan Bali.
General Manager Sthala Ubud, Lasta Arimbawa mengatakan bahwa kerjasama yang dibangun oleh Sthala dengan UVJF bukan kali pertama.
“Kerjasama ini bukan yang pertama, karena sebelumnya sthala sangat antusias pre-event UVJF. Melihat dari team komite yang sudah 10 kali mengadakan event ini sangat profesional, sehingga Sthala sangat berterimakasih bisa bekerjasama dengan event ini,” kata Sthala ubud yang merupakan jaringan salah satu Hotel Marriot International dan lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Gianyar I Wayan Gede Sedhana Putra mengungkapkan terimakasih kepada UVJF memasuki tahun ke-10 karena tahun 2023 memasuki kebangkitan, meskipun belum murni pulih seperti sediakala.
“Jazz ini adalah musik yg kategorinya mempunyai percaya diri musik. Jadi peminat musik jazz khususnya adalah tidak pernah merecoki, dan ini adalah sejalan dengan peraturan bali. Apresiasi yang setinggi-tingginya, dan terimakasih atas bantuan mendatangkan wisatawan,” ungkapnya.
Jonathan Dangawa, perwakilan musisi jazz mengatakan, ia akan bermain dengan kwartet dan memainkan beberapa komposisi. Menurut jonathan, jazz ini adalah tempat yang paling tepat untuk musik jazz bertumbuh. Karya fenomena alam yang akan diberikan oleh Jonathan.
Sementara itu, I Ketut Yadnya Winarta mewakili Kadisparda Pariwisata Bali, mengatakan bahwa pemerintah provinsi Bali mendukung kegiatan event UVJF ini dari tahun ke tahun.
“UVJF ini merupakan salah satu bagian dari Kharisma Nusantara dan mendapatkan 10 besar terbaik. Membangkitkan kegiatan-kegiatan di dalam, selain membangkitkan kegiatan budaya di bali. Termasuk kalendar event,” tandasnya.
Ditambahkan tim Artistik Diana Surya bahwa lokasi festival berkontur sehingga disarankan untuk tidak menggunakan high heels. Selain itu panggung terbuka diharapkan pengunjung dapat mempersiapkan segala sesuatunya termasuk payung apabila cuaca mendadak hujan.
Sekedar informasi barisan musisi yang beragam dan berbakat dari seluruh dunia dan segala penjuru nusantara akan berkumpul untuk acara yang berlangsung selama 2 hari dengan membawa anda dalam perjalanan eksplorasi dan penemuan musik.
Diantaranya adalah Kevin Hays Trio (AS), merupakan pemenang Grammy Award yang
sangat terkenal dan dihormati, juga dengan Pere Bujosa Trio (Spanyol), Henk Kraajeveld Quintet
(Belanda), MANNA Trio yang akan tampil bersama legenda bass Indonesia Mates, Rio Moreno Latin
Combo (Indonesia), Amanda Lee (Singapura), Wilson Quah (Malaysia-Indonesia), Jeremie Ternoy
(Prancis), Yuri Mahatma & Astrid Sulaiman (Indonesia), dan pianis muda dan berbakat Nadine Adriana
(Bandung-Indonesia), Etawa Jazz (Jogjakarta) dan masih banyak lagi. (RED-BN_

