Penulis : Jro Gde Sudibya, intelektual Bali,bermukim di Desa Tajun.
Singaraja, Singaraja “Umbara” Raja, simbolik Singa terbang, ekspresi peradaban Singha Mandawa yang bergerak ke Utara, dari Cintamani menuju Cenigaan dan kemudian Tajun, baca palebahan Bukit Sinunggal.
Jejak spiritualitas sang pendiri Singaraja dalam perspektif ruang Den Bukit, “jejer kemiri bukit dari Tejakula di Timur sampai Bantiran di Barat, menyebut beberapa, pertama, eksodus pemindahan krama dari Tajun menuju Gobleg, dengan peninggalan sejarah dalam Prasasti yang disebut oleh sejarahwan Belanda Dr.R Gorris sebagai Prasasti Gobleg, memberikan catatan penting tentang sistem upakara dan juga kepemimpinan Sri Kesari Warmadewa yang datang dari Sriwijaya yang beragama Budha. Kedua, penetapan garis rokhani yang membagi Den Bukit secara simetri: Pura Yeh Ketipat ring alas Wanagiri dengan Pura Segara Penimbangan.
Pembagian kosmologi ruang yang memberikan pesan kepemimpinan dimana keseimbangan kehidupan masyarakat mesti dirawat dan dijaga. Ketiga, garis patah-patah rokhani: Tajun baca Tetujon (tujuan final perjalanan rokhani) -Sekumpul ring Palebahan Bukit Sekumpul- terhimpunnya spiritualitas ring Den Bukit, “madu muka” dengan Labuan Aji, “berlabuhnya” kearifan kepemimpinan dari Tanah Jawa, memberikan penggambaran kualitas kepemimpinan Ki Barak Panji Sakti.
Spiritualitas ini dibumikan dalam bentuk kepemimpinan Den Bukit yang bercirikan -dalam tafsir ke kinian-,
Pertama, pemimpin pembangun solidaritas, “tut wuri handayani”, menjadi gembali bagi rakyatnya.
Kedua, orientasi rokhaninya, ke Timur Bukit Sinunggal pemujaan Tuhan Wisnu, ke Barat jejer kemiri pura ring Pura Pulaki (nama otentiknya Pura Satrya Dharma), dengan puncaknya Pucak Manik pemujaan Tuhan Maha Wisnu.
Ketiga, terjaganya kesucian alam Den Bukit, komitment tinggi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan tertinggi dalam relung batin Ki Barak Panji Sakti, mengikuti jejak raja besar Bali Mula Cri Aji Jayapangus pendiri Pura Bukit Sinunggal.
Dalam perayaan 422 tahun kota Singaraja, tantangan bagi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dan jajarannya dan seluruh masyarakat Den Bukit untuk menyalakan kembali spirit Sang Pendiri untuk merespons tantangan perubahan dan menciptakan masa depan.
Dirgahayu Kota Singaraja.

