Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharuddin Berkunjung Ke Buleleng Diterima Penglisir Puri Kanginan Singaraja AA. Ngurah Parwata Panji

0
312

 

Balinetizen.com, Buleleng

Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharuddin didampingi Ketua GP Ansor Bali dan Ketua GP Ansor Kabupaten Buleleng serta dikawal Banser berkunjung ke Puri Kanginan Singaraja yang diterima langsung oleh penglisir Puri Kanginan Singaraja Anak Agung Ngurah Parwata Panji, pada Senin (12/5/2025).

Dalam lawatannya ke Kabupaten Buleleng, terlebih dahulu Ketua Umum GP Ansor H Addin Jauharuddin berkunjung ke Kabupaten Tabanan sembari menyambangi beberapa desa di dua kabupaten tersebut.

Usai diterima Anak Agung Ngurah Parwata Panji di Puri Kanginan Singaraja, kepada awak media Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharuddin mengatakan bahwa kunjungannya ini dalam rangkaian HUT ke-91 GP Ansor Tahun 2025.”Kami berkunjung untuk menjaga tali silahturahmi dan persaudaraan antar umat beragama yang telah terbina dengan baik penuh kekeluargaan.

Lebih lanjut dikatakan Negara Indonesia ini menjadi besar dan bisa utuh, tidak terlepas lantaran peran para leluhur kerajaan Nusantara. “Dahulu mereka membentuk tatanan adat istiadat, budaya, cara berpakaian yang kemudian pada saatnya semua diserahkan ke Republik Indonesia untuk dijaga dan dirawat dengan baik” jelas H. Addin Jauharuddin.

Berangkat dari hal tersebut, dirinya berharap kerukunan umat Hindu dan Islam di Buleleng selalu terjaga dengan baik.

H Addin Jauharuddin menegaskan bahwa GP Ansor dan Bansernya, siap bersinergi berkolaborasi dengan pecalang dalam menjaga adat istiadat dan keberagaman di Kabupaten Buleleng pada khususnya dan Bali pada umumnya. Mengingat GP Ansor lahir dari rahim masyarakat.”Jadi kami sangat siap berkolaborasi menjaga aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu penglingsir Puri Kanginan Anak Agung Ngurah Parwata Panji mengatakan demi keamanan dan ajegnya Bali, menolak keras premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali. Menurutnya aksi premanisme dapat merusak tatanan adat istiadat di Bali, khususnya di Buleleng.
“Kami menolak adanya preman yang berkedok ormas,” tegasnya.

Baca Juga :  LinkAja Meriahkan Semarak Fiesta Rujakan Sanur 2020 melalui Kemudahan Transaksi Digital

Ia menyebut Bali sudah memiliki komponen pengamanan masyarakat adat yakni pecalang. “Kinerja pecalang telah terbukti menjaga keamanan wilayah di Bali. Dan apalagi sekarang berkolaborasi dengan GP Ansor beserta Bansernya, akan lebih kuat nantinya menjaga keamanan wilayah Bali,” tandasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here