Kerahkan Ratusan Relawan, Komunitas BISA Bersihkan Pantai Kelan

0
126

 

Balinetizen.com, ‎Badung

 

Ratusan relawan yang terdiri dari para siswa sekolah, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan kompak melakukan beach clean-up di  Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat pagi, 24 April 2026.

‎Diinisiasi oleh Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA), para relawan menyisir Pantai Kelan, mulai dari sisi utara yang berbatasan dengan Bandara Ngurah Rai hingga ke ujung selatan di perbatasan Pantai Kedonganan.

‎Komunitas BISA merupakan wadah anak muda peduli lingkungan yang berbasis di Desa Kutuh, Kuta Selatan. Fokus utama komunitas ini adalah edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya menyasar generasi muda di sekolah-sekolah.

‎‎Aksi di Pantai Kelan ini merupakan program “tambahan” komunitas BISA untuk merespons situasi darurat sampah di Bali. Selain kewalahan mengelola timbulan sampah yang ada, Pemprov Bali juga mesti menghadapi masalah sampah pesisir

‎‎Isu sampah pantai di Pulau Dewata menjadi “seksi”  menyusul arahan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Februari lalu, yang meminta seluruh pihak bergerak serentak membersihkan pesisir Bali, yang tercemar sampah

‎‎”Kami melakukan beach clean-up bukan karena latah, tapi ini bagian dari upaya konsisten kami untuk menangani masalah sampah pantai yang nyata di depan mata,” ujar founder Komunitas BISA, Dr. Soendoro Soepringgo.

‎Aksi berlangsung dalam suasana riang, diwarnai tawa para peserta.  Mereka dibagi menjadi tigakelompok untuk menyisir zona yang telah ditentukan secara estafet dari arah utara dan mengumpulkan temuan sampah di ujung selatan pantai.

‎Sejumlah instansi turut ambil bagian, di antaranya mahasiswa Poltekpar Bali, siswa SMP 3 Kedonganan, siswa SMA 1 Kuta Selatan, serta para pegiat lingkungan.

‎Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja, yang hadir di lokasi, mengapresiasi langkah nyata ini sebagai media pembelajaran di luar kelas.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Mancing Yowana Griya Dalem Sibanggede

‎”Ini pembelajaran yang baik. Jadi bukan hanya di pantai, tapi di rumah, di kampus, dan sekolah kita harus bisa mengelola sampah,” tegasnya.

‎Menariknya, relawan tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga melakukan Brand Audit. Mereka memilah sampah ke dalam beberapa kategori seperti botol plastik, gelas plastik, saset, sedotan, alat makan plastik, kaleng, hingga styrofoam.

Data audit ini nantinya akan digunakan untuk mendorong tanggung jawab produsen atas sampah kemasan yang mereka hasilkan. (RED-BN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here