Ayodya Resort Bali Gandeng Livingseas, Wisatawan Kini Bisa Tanam Terumbu Karang

0
962

 

Balinetizen.com,Nusa Dua-

Ayodya Resort Bali resmi menggandeng Livingseas untuk meluncurkan program konservasi laut berkelanjutan yang berfokus pada pelestarian dan restorasi terumbu karang di perairan Bali. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang resor dalam menerapkan pariwisata bertanggung jawab sekaligus menjaga ekosistem laut di sekitarnya.

Berlokasi di kawasan pesisir Nusa Dua, resor bintang lima tersebut menilai keberadaan laut dan terumbu karang sebagai bagian tak terpisahkan dari daya tarik Bali. General Manager Ayodya Resort Bali, Vineet Mahajan, menegaskan bahwa pengalaman tamu tidak boleh dipisahkan dari upaya pelestarian lingkungan.

“Kami menciptakan pengalaman bukan hanya untuk para tamu kami, tetapi juga memastikan bahwa kami melestarikan alam. Kami menjaga lingkungan, dan kami bermitra dengan mitra yang tepat, sehingga para tamu kami terlayani dengan baik, dan yang paling penting, Bali sebagai sebuah pulau yang memiliki warisan budaya yang panjang, juga memiliki kehidupan bawah laut yang tetap terjaga dengan baik,” ujar Vineet.

Ia menekankan bahwa terumbu karang bukan sekadar elemen dekoratif bawah laut, melainkan fondasi ekosistem. “Terumbu karang bukan sekadar potongan tulang. Mereka sebenarnya adalah bagian yang sangat penting dari lautan. Ada begitu banyak ekosistem yang hidup di dalam dan di sekitarnya. Ketika kita menghancurkannya, kita sebenarnya menghancurkan seluruh ekosistem. Sangat penting bagi kita untuk terus menyelamatkannya,” jelas Vineet.

Melalui kemitraan ini, Ayodya Resort Bali dan Livingseas akan menjalankan berbagai program, mulai dari transplantasi terumbu karang, edukasi lingkungan bagi tamu dan karyawan, hingga kampanye pengurangan polusi laut dan perlindungan keanekaragaman hayati. Para tamu juga dapat berpartisipasi langsung melalui program adopsi dan penanaman karang.

Sementara itu, Pendiri Livingseas sekaligus penasihat Livingseas Foundation, Leon Boey, menjelaskan bahwa perkembangan restorasi terumbu karang yang mereka lakukan menunjukkan hasil signifikan dalam dua tahun terakhir. “Dua tahun lalu luas terumbu yang kami kelola sekitar 3.500 meter persegi. Hari ini sudah mencapai 8.000 meter persegi. Saat ini ada 8.100 struktur di bawah laut dan total 442.000 fragmen karang yang telah kami tanam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lepas Curik Bali, Cok Ace Ajak Masyarakat Jaga Populasi Satwa Langka

Meski demikian, menurut Leon, tantangan terbesar dalam restorasi laut bukan hanya perubahan iklim atau pemutihan karang, melainkan kurangnya kesadaran masyarakat. “Sebagian besar dari kita tinggal di kota dan tidak memiliki hubungan langsung dengan laut. Ketika berdiri di pantai, kita hanya melihat permukaan, tidak melihat kehidupan di bawahnya. Di situlah masalahnya—kurangnya awareness,” katanya.

Leon membandingkan kesadaran terhadap laut dengan kampanye menanam pohon yang lebih mudah dipahami publik. Karena itu, kolaborasi dengan sektor pariwisata dinilai penting untuk memperluas edukasi. Livingseas mengusung konsep pariwisata regeneratif, di mana setiap partisipasi tamu berkontribusi langsung pada penambahan struktur dan penanaman karang baru. “Setiap orang yang bergabung dalam aktivitas kami, satu struktur masuk ke dalam air. Semakin banyak struktur, semakin banyak karang yang bisa ditanam. Hasilnya, dari tahun ke tahun semakin banyak ikan dan habitat yang tercipta. Ini efek pengganda,” jelas Leon.

Sebagai bentuk transparansi, setiap struktur yang diadopsi tamu diberi label bambu dengan nama partisipan. Tim penyelam kemudian mendokumentasikan perkembangan karang setiap bulan hingga enam bulan pertama dan membagikannya melalui tautan khusus kepada masing-masing peserta. Dalam periode tersebut, pertumbuhan karang dapat terlihat jelas, baik secara vertikal maupun horizontal.

Bagi Ayodya Resort Bali, program ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang kini mencari pengalaman lebih bermakna. “Pengalaman di Bali bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang konservasi. Wisatawan masa kini mencari pengalaman sekaligus kesempatan untuk berkontribusi pada alam dan masyarakat,” kata Vineet.

Menurut Vineet, kolaborasi ini tidak hanya menyelamatkan laut dan menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan. “Anda datang, menginap di resor, lalu pergi menanam karang dan menyelamatkan laut. Anda sebenarnya sedang menciptakan kehidupan. Kisahnya terus berlanjut selama enam bulan saat Anda melihat bagaimana ‘bayi karang’ Anda tumbuh. Itu pengalaman yang fantastis untuk dikenang,” ungkap Vineet.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Papua Kutuk Aksi Keji KKB

Melalui langkah ini, Ayodya Resort Bali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam operasional resor sekaligus berkontribusi menjaga warisan laut Bali bagi generasi mendatang.

 

Radha-MB

kampungbet

link gacor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here