Bakteri E-Coli Diduga Penyebab Warga TBB Keracunan

0
194
Ilustrasi.(ist)

 

Balinetizen.com, Jembrana –

 

Kasus keracunan puluhan warga Desa Tegal Badeng Barat (TBB), Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana menemui titik terang. Pihak kepolisian melakukan pendalaman dan kasus tersebut diduga akibat bakteri  escherichia coli (E-Coli)

“Kami sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Jembrana, dimana untuk kasus keracunan massal memang terindikasi ada bakteri E-Coli,” jelas Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Agus Riwayanto Diputra dikonfirmasi belum lama.

Didampingi Kanit 1 Reskrim Ipda Ekky Nurwenda Putra, Kasat Reskrim mengaku masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui dari mana asal bakteri E-Coli itu. Apakah dari bahan makanan atau air yang digunakan untuk memasak.

Karena, sambungnya, pihaknya mendapat informasi bahwa air yang digunakan itu sumbernya berseberangan dengan septic tank. “Ini baru indikasi. Ini kita masih menunggu dari Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Apakah kasus ini nantinya masuk ranah pidana, menurutnya, pihaknya akan melakukan gelar perkara. Dan kebetulan acara tersebut dibuat oleh masyarakat setempat dari memasak dan lainnya. “Jadi acaranya dari mereka untuk mereka. Mereka pun memasak untuk mereka sendiri,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, penanggungjawab dan panitia acara saat dimintai keterangan menyatakan bersedia menanggung biaya kesehatan. “Nah dari itu apakah kita akan menyimpulkan ke tindak pidana atau tidak. Karena kami masih menunggu apakah korban atau masyarakat bersedia melapor arau tidak,” ungkapnya.

Karena, kata dia, masyarakat maupun korban tidak melakukan penuntutan. Dan mereka menyadari dan menganggap bahwa kejadian tersebut sebagai musibah. Dan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran ke depan untuk lebih memperhatikan higienitas dari bahan makanan maupun pendukung olahan makanan.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 52 orang warga Desa Tegal Badeng Barat mengalami keracunan dengan gejala muntah, pusing dan sakit perut. Bahkan dua orang sempat dirawat di puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit umum (RSU) Negara.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Sosialisasikan Pencairan Dengan Sistem QR-Code

Mereka diduga keracunan makanan saat menghadiri kegiatan di sebuah mushola di desa setempat pada Minggu, 29 Oktober 2023 lalu. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here