Bali Jadi Destinasi Terbaik Dunia di Tengah Isu Sampah, Pansus DPRD Soroti ‘Backing’ Investor Nakal

0
641

 

 

Balinetizen.com, ​Denpasar 

Ditengah sejumlah permasalahan seperti sampah, banjir dan kemacetan, pulau Bali kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia oleh platform global, TripAdvisor. Predikat mentereng inipun ditanggapi dengan catatan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali.

​Sekretaris Pansus Tata Ruang (TRAP) DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, mengingatkan bahwa di balik penghargaan tersebut, Bali masih menghadapi problematika besar mulai dari problem sampah, macet, banjir, pelanggaran tata ruang, perizinan, hingga masalah aset daerah yang belum tuntas.

​Menanggapi prestasi Bali, Dewa Nyoman Rai menekankan bahwa perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana Bali menjaga kelestariannya. Menurutnya, penghargaan ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memperketat pengawasan.

​”Bali adalah pulau kecil yang indah (small island but beautiful). Dunia sangat memperhatikan bagaimana tata ruang kita dijaga. Fokus Pansus Trap saat ini adalah memastikan izin-izin bangunan tidak melanggar zona yang telah ditetapkan,” tegasnya di Denpasar, Senin (19/1/2026).

​Salah satu poin krusial yang diungkapkannya, adalah terkait aset tanah Pemerintah Provinsi Bali. Dari total luas aset sekitar 6.000 hektare, baru sekitar 4.000 hektare yang terdata secara akurat.

​”Masih ada sisa 2.000 hektare lagi yang sedang kami telusuri. Kami khawatir lahan ini justru dikuasai atau digunakan oleh pihak lain untuk pembangunan tanpa prosedur yang benar,” tambahnya.

​Anggota Pansus TRAP lainnya Somvir juga menyoroti fenomena laporan masyarakat yang kerap baru ditindaklanjuti setelah viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa Pansus tidak akan tebang pilih dalam menertibkan pelanggaran lahan, terutama bagi investor yang merasa memiliki “backing” atau perlindungan dari pihak tertentu.

Baca Juga :  Belum Berlaku, Usulan Voucher Tourism Levy Akan Dibahas Lebih Lanjut Dengan Pelaku Pariwisata

​”Siapapun good investor akan kita bela. Tapi untuk bad investor, apalagi yang mengandalkan backing, Pansus tidak akan toleransi. Jika mau main backing, silakan datang langsung ke kantor DPRD, jangan main di bawah tangan,” cetusnya.

​Meski Bali memegang predikat “maskot wisata dunia”, masalah klasik seperti pengelolaan sampah dan perlindungan lahan hijau tetap menjadi prioritas.

“Walaupun dalam situasi sekarang ada cerita sampah, ada cerita banjir tapi tetap kita mendapat maskot dari seluruh dunia itu kita yang terbaik, di bumi ini maka itu kita semua punya kewajiban sekarang ini menjaga itu ruang-ruang yang ada Jangan sampai kebablasan izinnya bagaimana dan kemudian asetnya,” tegas Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Made Suparta

Karena itu, Pansus mendorong Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengambil langkah konkret dalam menyelamatkan sawah dan perkebunan dari desakan alih fungsi lahan yang masif.

Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster yang ditemui usai Rapat Paripurna enggan berkomentar banyak terkait gelar destinasi terbaik tersebut.

“Nanti ya, nanti ya,” ucapnya singkat sambil berlalu.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here