Balinale Putar Bandit, Film Aksi Thriller yang Angkat Sisi Tersembunyi Bali

0
67

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Bali International Film Festival (Balinale) menggelar pemutaran khusus film Bandit di ICON Bali, Kamis (4/6). Acara tersebut dipadati penonton dan menghadirkan sutradara Brian L. Tan bersama para pemain utama, yakni Wafda Saifan, Roy Sungkono, dan Rifnu Wikana.

Selain menyaksikan film, pengunjung juga berkesempatan mengikuti sesi meet and greet serta diskusi bersama para pembuat dan pemain film. Dalam sesi tersebut, mereka berbagi cerita mengenai proses produksi, pengembangan karakter, hingga pengalaman syuting yang seluruhnya dilakukan di Bali.

Sutradara film Bandit, Brian L. Tan, mengaku bangga dapat memperkenalkan filmnya melalui ajang Balinale. Menurutnya, respons penonton yang memenuhi bioskop sesuai dengan harapan tim produksi.

“Saya merasa bangga bisa mengikuti event ini dan hasilnya sesuai ekspektasi,” ujar Brian.

Brian yang telah menetap di Bali selama enam tahun mengatakan Bandit menawarkan sudut pandang berbeda tentang Pulau Dewata. Jika selama ini banyak film luar negeri menampilkan Bali dari sisi destinasi wisata, Bandit justru mengangkat sisi lain yang jarang terlihat.

“Masih banyak film dari luar yang shooting di Bali hanya melihat tempat-tempat pariwisata. Kami mencoba mengeksplorasi Bali ke sisi yang lain, yaitu dunia yang lebih gelap dan abu-abu dari perspektif lokal, bukan dari perspektif warga negara asing,” katanya.

Ia menjelaskan proses syuting dilakukan di berbagai wilayah Bali, mulai dari Canggu, kawasan Bukit, Denpasar, hingga Uluwatu. Bahkan, menurut Brian, Bandit menjadi film pertama yang melakukan pengambilan gambar di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

“Kami shooting di seluruh pulau ini. Ada bagian di Canggu, Bukit, Denpasar, Uluwatu, dan kami juga menjadi film pertama yang shooting di GWK,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Badung Adi Arnawa Buka Sosialisasi Go-Tani

Film Bandit mengisahkan Gatra, mantan bandit yang berusaha meninggalkan masa lalunya demi membangun kehidupan baru bersama istrinya yang sedang hamil. Namun, kehidupannya berubah ketika sebuah pencurian mobil yang tampak sederhana justru menyeretnya ke dalam perburuan berbahaya setelah menemukan mayat dan pistol tersembunyi di dalam kendaraan tersebut.

Dalam film ini, Wafda Saifan berperan sebagai Gatra, Roy Sungkono sebagai Tiar, dan Rifnu Wikana sebagai Beni. Ketiganya juga membagikan pengalaman membangun chemistry antarpemain serta tantangan menjalani berbagai adegan aksi selama proses produksi.

Brian mengungkapkan seluruh proses pengambilan gambar berlangsung selama tiga minggu dengan melibatkan enam pemeran utama dan sekitar 20 karakter pendukung. Keterbatasan waktu dan anggaran menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi selama produksi.

“Tantangan utamanya ada pada waktu dan anggaran yang terbatas. Tapi kami berusaha memaksimalkan semua potensi yang ada di Bali untuk menghasilkan film yang kuat secara cerita maupun visual,” katanya.

Menambah semarak acara, komunitas WMS Mercedes-Benz Specialist turut membawa sejumlah unit Mercedes-Benz G-Class atau G-Wagon yang tampil dalam film. Kehadiran kendaraan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus memperkuat unsur otomotif yang menjadi bagian penting dalam cerita.

Usai pemutaran di Bali, Bandit dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke panggung internasional melalui festival film Dances With Films yang akan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 26 Juni 2026.

Melalui program pemutaran khusus seperti ini, Balinale terus membuka ruang pertemuan antara sineas dan penonton sekaligus mendukung perkembangan industri perfilman Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (BN-rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here