Bebas Visa Kunjungan Dicabut, Koster yakin Tingkat Kunjungan Wisatawan Justeru Naik

0
166
Gubernur Bali I Wayan Koster usai membuka event Bali Beyon Travel Fair 2023 di Bali International Convention Centre (BICC), Westin Hotel, Nusa Dua Bali, Jumat (16/6/2023).

Balinetizen.com, Badung-

 

Dihentikannya sementara kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) untuk 159 negara oleh Kementerian Hukum dan HAM tidak akan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Bali, justeru akan terjadi kenaikan.

Hal itu diungkap oleh Gubernur Bali I Wayan Koster usai membuka event Bali Beyon Travel Fair 2023 di Bali International Convention Centre (BICC), Westin Hotel, Nusa Dua Bali, Jumat (16/6/2023).

“Gak, sebanyak itu mungkin VOA (Visa On Arrival), sekarang Visa On Arrival, untuk kalau itu tidak berlaku lagi sekarang yang berlaku Visa On Arrival untuk 92 negara, tidak berpengaruh gak menurun malah naik, optimis,” tandas Koster.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjokorda Bagus Pemayun mengatakan Bali tidak khawatir akan terjadi penurunan dalam hal tingkat kunjungan wisatawan pasca dicabutnya sementara BVK.

“Karena sudah dicabut dikembalikan lagi 169 tetapi bisa on arrival, bayar 35 dolar atau Rp500 ribu kan gak terlalu mahal. Kami tidak pernah khawatir Bali menjadi begini bagus lagi ini menjadi kurasi menyeleksi (wisatawan) datang ke Bali seperti apa gak bayar mereka,” kata Pemayun di Nusa Dua.

Hal yang sama disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, bahwa BVK memang diberikan oleh pemerintah pada masa pandemi Covid-19 sebanyak 169 negara.

Namun karena saat ini kondisi sudah berangsur normal maka dicabut dan hal ini menurutnya sangat bagus karena dapat menyeleksi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

“Jadi kalau datang itu pakai VOA itu yang terjadi ini sangat bagus menurut saya hanya yang diberikan negara di Asean tenggara saja kan kalau gak salah 11 negara dikasih bebas VOA yang lainnya melalui VOA jadi di sini terseleksi ya,” tegasnya.

Baca Juga :  Korban tewas akibat hujan lebat di Brasil bertambah jadi 100 orang

Pun soal dengan adanya VOA nantinya bakal menurunkan tingkat kunjungan, Suryawijaya menegaskan hal ini tidak akan berpengaruh. “Saya lihat tidak karena mereka kalau dikasi VOA mereka sangat mengapresiasi apalagi bayarannya hanya 500 ribu per orang tidak mungkin gara-gara VOA tidak jadi datang kelas ecek-ecekan,” tegasnya.

Justeru dengan adanya BVK, pihaknya mengaku sangat mendukung kebijakan tersebut karena hal ini dapat mengurangi masalah seperti fenomena wisatawan berulah. “Kita mendukung saya selaku ketua PHRI sangat mendukung tidak diberlakukan bebas visa pakai VOA itu, tentu akan bisa mengurangi masalah yang saat ini masalah fenomena banyak viralnya jangan sampai wisatawan yang datang itu kere di Bali, Indonesia kehabisan uang dan berbuat hal yang merugikan kita dapat mencoreng pariwisata kita dan nanti yang berkelas tidak datang,” tandasnya.

Sebagai informasi, Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly menghentikan untuk sementara kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) untuk 159 negara. Hal ini tercantum dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-GR.01.07 tahun 2023 yang disahkan pada tanggal 7 Juni 2023. Ke-159 negara tersebut di antaranya adalah:

Sebelumnya, 159 negara tersebut masuk ke dalam 169 negara yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2016 sebagai penerima Bebas Visa Kunjungan bersama 10 negara ASEAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here