Balinetizen.com, Buleleng
Kabupaten Buleleng didaulat menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025. Event bergengsi olahraga beladiri internasional ini, akan dihelat pada 1 – 8 November 2025 mendatang di Singaraja, dengan melibatkan sekitar 500–600 atlet dari 20 negara.
Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 akan mempertandingkan 44 nomor, terdiri dari 29 nomor seni dan sisanya nomor laga yang akan dilangsungkan di GOR Tenis Lapangan Undiksha Jinengdalem.
Berangkat sebagai tuan rumah dalam ajang ini, segala sesuatunya sudah mulai dipersiapkan melalui rapat panitia yang berlangsung di ruang rapat KONI Buleleng, Singaraja pada Selasa (30/9/2025).
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Vovinam Indonesia, I Nyoman Yamadhiputra, menerangkan bahwa ajang ini bukan hanya sekedar kompetisi olahraga, namun juga momentum mengenalkan Buleleng ke kancah dunia. Mengingat biasanya kejuaraan dunia olahraga ini digelar di kota-kota besar, seperti New Delhi, Hanoi, Paris, atau Ho Chi Minh.
“Sekarang giliran di Singaraja. Kami ingin olahraga ini memberi kontribusi terhadap daerah, yang sekaligus mendukung program sport tourism. Jadi melalui olahraga, Buleleng bisa lebih dikenal dunia,” ujarnya.
Menurut dia, Indonesia sendiri menurunkan tim penuh sebanyak 38 atlet termasuk didalamnya dua atlet asal Buleleng, yakni Agung dan Jensen. Kedua atlet ini diharapkan mampu mengharumkan nama daerah dalam ajang olahraga bela diri internasional,” ucap Yamadhiputra.
Selama ini, ujarnya lagi cabang olahraga Vovinam juga konsisten memberi kontribusi prestasi. Diantaranya menyumbang 3 emas pada SEA Games 2023 dan 5 emas pada SEA Games 2018.
Wakil Bupati Buleleng sekaligus Ketua Umum Panitia Kejuaraan, Gede Supriatna menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kepercayaan menjadikan Buleleng sebagai tuan rumah.
“Dipilihnya Buleleng sebagai tuan rumah, menjadi sebuah kehormatan besar. Yangmana selain mendorong perkembangan olahraga, kegiatan ini juga berdampak positif pada promosi pariwisata dan perekonomian daerah,” jelasnya.
“Dengan peserta yang mencapai 600 orang dari 20 negara lebih, ditambah official dan keluarga, tentu akan meningkatkan tingkat hunian akomodasi di Buleleng. Mereka bukan hanya bertanding, tapi juga berlibur serta mengenal potensi daerah kita,” ujar Supriatna menegaskan.
Sementara itu Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja, memastikan kesiapan sarana dan prasarana terus dimatangkan bersama Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja.
“Koordinasi dengan kampus dan federasi sudah berjalan. Venue, matras, karpet, hingga peralatan pendukung akan dibawa langsung dari federasi. KONI Buleleng siap mendukung, termasuk membantu penggalian dana dan koordinasi dengan instansi terkait. Kami ingin memastikan pelaksanaan berjalan sukses dan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya sport tourism,” jelasnya.
“Ajang ini, kami harapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan olahraga beladiri, dan sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah event internasional,” pungkas Wiratmaja. GS

