Cekcok Saat Mabuk Berujung Maut, Pemuda di Kuta Selatan Tewas Ditusuk

0
69
ilustrasi

Balinetizen.com, Badung –

 

Peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia terjadi di sebuah kos-kosan di Jalan Toya Ning II, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Rabu malam, 20 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 Wita.
Korban diketahui bernama Kristoforus Loe Lae (23), seorang pria asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kanan atas akibat serangan senjata tajam.

Sementara itu, pelaku berinisial AVM (21), juga berasal dari Belu, NTT, kini telah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban, pelaku, dan sejumlah teman lainnya tengah mengonsumsi minuman keras jenis arak dan Drum Whisky di lokasi kos tersebut.

Di tengah pesta miras berlangsung, pelaku terlibat cekcok dengan ayahnya sendiri, Siprianus (57). Korban kemudian berusaha melerai dan menasihati pelaku agar tidak melawan orang tua.

Namun, pelaku diduga tersinggung dan tidak terima ditegur korban. Situasi sempat memanas hingga keduanya saling menantang berkelahi sebelum akhirnya dilerai oleh teman-temannya.
Tak lama kemudian, pelaku meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Sekitar 20 menit berselang, pelaku kembali ke kos sambil membawa pisau belati.

Saksi sempat mencoba menghadang dan menenangkan pelaku agar tidak melakukan tindakan nekat. Akan tetapi, pelaku tidak menghiraukan upaya tersebut dan langsung menyerang korban secara membabi buta.

“Korban ditusuk pada bagian dada kanan atas hingga mengalami pendarahan serius,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (21/5/2026).

Salah satu saksi, Julianus Mau (22), mengatakan setelah ditusuk, korban sempat masuk ke dalam kamar untuk menyelamatkan diri dan mengunci pintu dari dalam.
“Korban sempat membujuk pelaku agar berhenti karena sudah mengalami pendarahan,” ungkap saksi.

Baca Juga :  Sandiaga Uno: Apapun Keputusan MK, itulah yang Terbaik bagi Bangsa

Beberapa saat kemudian, korban membuka pintu dan meminta tolong untuk diantar ke rumah sakit. Korban lalu dibawa ke Unicare Clinic Uluwatu untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.30 Wita setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah pisau belati dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat meninggalkan serta kembali ke lokasi kejadian.

Kasus penganiayaan berat di Kuta Selatan ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here