Kunjungan Wisatawan Melandai, Ekspektasi Ekonomi Jaga Keyakinan Konsumen Bali April 2026

0
57

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian di Provinsi Bali pada April 2026 terpantau tetap terjaga pada level optimis. Berdasarkan Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali April 2026 tercatat sebesar 124,1 (nilai indeks > 100).

​Meskipun angka ini mengalami sedikit perlambatan atau turun sebesar 2,5% (month-to-month/mtm), performa ini relatif membaik dibandingkan penurunan pada Maret 2026 yang mencapai 2,6% (mtm). Menariknya, optimisme konsumen di Bali juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan IKK Nasional yang berada di angka 123,0.

​Optimisme ekonomi di Pulau Dewata ini mayoritas didorong oleh kelompok masyarakat dengan penghasilan menengah ke atas. Berikut adalah rincian indeks berdasarkan kelompok pendapatan:
• ​Pendapatan Rp4–5 juta: Tingkat optimisme tertinggi mencapai 141,4.
• ​Pendapatan > Rp8 juta: Berada di angka 135,1.
• ​Pendapatan Rp5–6 juta: Berada di angka 127,8.
​Jika dilihat dari kategori pekerjaan, responden di sektor formal menunjukkan optimisme yang lebih tinggi sebesar 134,5, sementara responden di sektor informal berada di angka 116,2.

​Perlambatan pada IKK April 2026 utamanya dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang merosot dari 129,8 (Maret 2026) menjadi 120,7 (April 2026), atau melemah sebesar 7,1% (mtm).

​Penurunan ini didorong oleh tiga komponen utama pembentuk IKE dibandingkan 6 bulan lalu, yaitu:
1. ​Konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama: Turun 9,3% (mtm) menjadi 107,5.
2. ​Ketersediaan lapangan kerja saat ini: Turun 6,6% (mtm) menjadi 128,0.
3. ​Penghasilan saat ini: Turun 5,6% (mtm) menjadi 126,5.
​Sementara itu, komponen kegiatan usaha saat ini terpantau stabil dibandingkan bulan sebelumnya dengan nilai indeks 100,0.

​Penurunan persepsi masyarakat terhadap penghasilan dan lapangan kerja ini sejalan dengan penurunan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 12,4% (mtm), dengan total kunjungan sebanyak 310,7 ribu orang.

Baca Juga :  Sasar Tempat Kos dan Kontrakan, Desa Kesiman Kertalangu Data Penduduk Non Permanen

​Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Achris Sawarni menjelaskan faktor utama penyebab penurunan ini adalah:
• ​Normalisasi pasca-libur panjang yang sebelumnya terjadi pada Maret 2026.
• ​Kenaikan biaya transportasi, khususnya lonjakan harga tiket pesawat yang mencapai lebih dari 30% (mtm) akibat kenaikan harga bahan bakar avtur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. Hal ini menahan minat masyarakat luar daerah untuk berwisata ke Bali.

​Di tengah penurunan kondisi ekonomi saat ini, optimisme masyarakat Bali berhasil ditopang oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) April 2026 yang tumbuh 2,3% (mtm) mencapai angka 127,5.

​Masyarakat Bali terbukti sangat optimis melihat prospek ekonomi 6 bulan ke depan. Hal ini didorong oleh kenaikan seluruh komponen IEK, meliputi:
• ​Ekspektasi ketersediaan lapangan kerja: Naik 2,5% (mtm) menjadi 125,0.
• ​Ekspektasi penghasilan: Naik 2,4% (mtm) menjadi 126,0.
• ​Ekspektasi kegiatan usaha: Naik 1,9% (mtm) menjadi 131,5.

“Kami bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” imbuh Achris Sawarni.

Langkah konkret yang diambil meliputi pelaksanaan operasi pasar murah, pengawasan harga komoditas strategis, serta koordinasi kelancaran distribusi pangan.

​Dari sisi kebijakan moneter, dalam pertemuan tanggal 21–22 April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan:
• ​BI-Rate: 4,75%
• ​Suku bunga Deposit Facility: 3,75%
• ​Suku bunga Lending Facility: 5,50%

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here