
Balinetizen.com, Buleleng-
Keluhan para pedagang pasar terkait rencana pemberlakuan kenaikan tarif harian (karcis) bagi para pedagang yang berjualan di pasar tradisional dimusim pandemi covid-19, memantik Kadek Doni Riana,SH,MH untuk datang langsung ke pasar tradisional Seririt, guna mengcroscek fakta yang ada dilapangan.
“Penyesuaian tarif pasar di pandemi covid-19, sangat tidak diterima oleh para pedagang di pasar, terutama para pedagang yang ada di Pasar Seririt. Malahan tidak mengherankan kalau ada perwakilan para pedagang datang mesadu ke DPRD Buleleng terkait hal ini.” ucapnya usai melakukan dialog langsung kepada para pedagang Pasar Seririt pada Minggu, (31/1/2021) pagi.
Dengan adanya kenaikan tarif atau cukai harian bagi para pedagang pasar, khususnya di Pasar Seririt, ucap Kadek Doni Riana yang akrab disapa KDR ini, dirinya datang langsung ketengah-tengah pasar untuk berdialog kepada para pedagang. Baik yang berjualan di los maupun di kios Pasar Seririt.
“Kenaikannya rata-rata Rp 2 ribu, misalnya yang tadinya membayar Rp 3 ribu meningkat menjadi Rp 5 ribu. Hal inilah, menjadikan diri saya turun kelapangan guna menyikapi permasalahan yang ada di pasar. Bukannya pahlawan kesiangan dalam hal ini. Namun murni atas panggilan hati nurani.” jelasnya.
Menurutnya setelah keliling kemasing-masing pedagang Pasar Seririt, baik yang ada di los pasar maupun yang ada di kios pasar, ternyata memang benar ada rencana kenaikan karcis pasar tersebut.
“Saat berdialog, ditanyakan kepara pedagang, ‘Bagaimana, apakah memang keberatan dengan kenaikan tarif itu’. Ternyata para pedagang secara antusias merasa keberatan atas kenaikan tersebut. Alasannya, karena cukup sulit dimasa pandemi covid memperoleh penghasilan yang maksimal. Malahan mirisnya lagi, ada pedagang dalam satu kali berjualan belum tentu dapat berjualan atau penggarus.” ungkap KDR yang kesehariannya sebagai advocat yang berkantor di Jalan A. Yani Barat, Singaraja ini.
Kenaikan tarif ini, ujar KDR para pedagang memohonkan kiranya pihak PD Pasar Buleleng atau instansi terkait untuk menangguhkan sementara kenaikan karcis ini. Nantinya ketika perekonomian membaik, hal itu bagi para pedagang tidak akan merasa keberatan.
“Jadi mohon dimaklumi dengan kondisi disaat pandemi covid-19, dimasyarakat sangat berat mencari penghasilan.” tandasnya. GS
