Balinetizen.com, Jembrana
Seorang warga Banyuwangi, Jawa Timur, Sumahwi (79) asal Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro meninggal dunia di depan Terminal Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk< Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (30/8/2025) sore. Korban sehari-hari bekerja sebagai pencari kroto atau telur rangrang (semangah).
Dari informasi, setelah mencari kroto, korban sekitar pukul 15.40 naik ojek di depan sebuah toko tidak jauh Pelabuhan Gilimanuk hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kepada tukang ojek, ia sempat menyampaikan kalau kondisinya kurang sehat.
Sesaat setelah ojek berjalan, sekitar 10 meter dari lokasi tepatnya di depan Terminal Gilimanuk tiba-tiba korban mengalami kejang – kejang. Khawatir terjadi sesuatu, tukang ojek kemudian berhenti untuk menurunkan Korban.
Tidak berselang lama petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk datang ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa ada orang meninggal diatas trotoar.
Petugas juga menghubungi dokter Puskesmas Gilimanuk (Puskesmas II Melaya). Dan dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenasah korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk. Kematian korban diduga karena penyakit sesak yang dideritanya kambuh.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra dikonfirmasi Sabtu (30/8/2025), membenarkan peristiwa tersebut. Dan dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas dan Inafis Polres Jembrana tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari keterangan pihak keluarga, korban sering mengeluh sesak nafas,” ujarnya.
Akan kejadian tersebut, menurutnya, pihak keluarga telah mengikhlaskannya.. “Jenasah korban sudah dibawa ke Banyuwangi oleh keluarganya menggunakan ambulance dari Banyuwangi,” ungkapnya.
(Whraspati Radha)
