Balinetizen.com, Denpasar
Buronan perampok sadis paling dicari asal Rumania Costinel-Cosmin Zuleam (33) yang masuk daftar Interpol Red Notice (IRN) resmi dipulangkan ke negaranya (diekstradisi) usai ditangkap aparat di Bali.
Zuleam yang merupakan tersangka utama kasus pembunuhan brutal dan perampokan sadis di Rumania, diterbangkan oleh National Central Bureau (NCB) Interpol bersama Dirreskrimum Polda Bali pada Selasa (20/1/2026) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Tersangka tampak digiring keluar dari Polda Bali sekitar pukul 20.00 WITA dengan pengawalan ketat. Disorot kamera wartawan, Zuleam yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye terus menunduk dengan kedua tangan diikat saat menuju bandara.
Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman Dirreskrimum Polda Bali menyatakan bahwa peristiwa yang menyeret Zuleam terjadi di Kota Sibiu, Rumania pada 6 November 2023.
Zuleam diketahui sempat berpindah-pindah tempat selama berada di Indonesia hingga akhirnya terdeteksi di wilayah Denpasar. Bahkan, ia disebut menikah siri dengan seorang perempuan lokal saat bersembunyi di Bali.
Penangkapan Zuleam merupakan hasil kerja sama lintas unit dan lintas instansi. Divisi Hubungan Interasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia, bekerja sama dengan jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar, berhasil menangkap subjek Interpol Red Notice tersebut dalam operasi terpadu.
Operasi berlangsung selama tiga hari di wilayah hukum Polda Bali. Zuleam disebut sebagai tokoh utama dalam kasus pembunuhan berencana dan perampokan yang mengguncang publik Rumania.
Brigjen Pol Untung Widyatmoko, SES NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri menjelaskan kasus kejahatan yang menjerat Zuleam terjadi pada 6 November 2023 di Sibiu.
Zuleam katanya, bersama dua komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal, melakukan penyiksaan ekstrem hingga korban meninggal dunia,
mengancam anak perempuan korban dengan senjata api dan membawa kabur jam tangan mewah bernilai 200.000 Euro.
“Dua rekan ZCC sebelumnya telah ditangkap di Irlandia serta Skotlandia dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. ZCC, yang dikenal sebagai individu yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi, menjadi target utama perburuan internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu pada 19 November 2023,” ungkap Brigjen Untung.
Proses pelacakan Zuleam dilakukan secara intens oleh Set NCB Interpol Indonesia.
Kombes Pol Ricky Purnama Kabagjatranin SET NCB Interpol Indonesia Divhubinter mengungkapkan, bahwa Zuleam terdeteksi memasuki Indonesia sejak akhir 2023.
ZCC terdeteksi memasuki Indonesia pada tanggal 14 November 2023 dari Chengdu China menuju Bandara Soekarno Hatta dan diketahui pernah mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket Air Asia QZ0554 dari Denpasar menuju Kuala Lumpur.
Namun setelah pengecekan, nama Zuleam tidak tercatat dalam data perlintasan keimigrasian. Pencarian kemudian diperkuat informasi tambahan dari NCB Bucharest melalui unggahan Facebook yang mengindikasikan Zuleam masih berada di Indonesia.
Setelah pencarian diperluas ke wilayah Bali, tim gabungan berhasil menangkap Zuleam pada 15 Januari 2026 di Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Yang bersangkutan rupanya sudah menikah siri dengan perempuan lokal Bali.
“Istrinya pekerjaannya swasta, dia yang bekerja dan yang bersangkutan tidak tahu kalau suaminya ternyata buronan,” ungkap Kombes Ricky.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

