Balinetizen.com, Jembrana
Aksi vandalisme di sejumlah fasilitas publik di kawasan wisata Teluk Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali diselesaikan melalui mediasi.
Terduga pelaku aksi vandalisme, Kadek EAAP (19) juga telah meminta maaf. Sebelumnya aksi vandalisme dengan tulisan “GOBLETZ” viral di media sosial (Medsos).
“Permasalahannya sudah kami selesaikan dengan mediasi disertai pembinaan,” ujar Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, Selasa (20/1/2026).
Selain terduga pelaku,, kata Lurah Gilimanuk, proses mediasi juga dihadiri dari pihak Polres Jembrana, Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk serta orang tua dari terduga pelaku.
“Terduga pelaku Kadek EAAP mengakuinya dan sudah minta maaf kepada pihak terkait” imbuhnya.
Akan aksinya, kata Lurah, terduga mengakui salah karena perbuatannya berdampak buruk bagi masyarakat maupun pemerintah khususnya pariwisata di kawasan Gilimanuk.
Ia melakukannya pada Kamis (15/1/2026) malam dengan menggunakan cat semprot (pilox) disejumlah fasilitas umum seperti di kamar mandi wisata Teluk Gilimanuk, Gedung Olah raga, kamar mandi lapangan umum, tempat sampah Taman patung Siwa, area pura Capah dan area jalan menuju museum Purbakala.
“Melalui surat pernyataan, ia sanggup tidak akan mengulangi lagi dan bertanggung jawab untuk mengecat kembali seperti semula,. Selesai mediasi ia langsung mengecat” terangnya.
Lurah Gilimanuk, Toni berpesan agar pelaku dapat menyalurkan bakat seninya pada tempatnya, bukan di tempat fasilitas umum karena dapat berdampak hukum.
Masih kata Lurah Toni, aksi vandalisme berawal saat terduga pelaku pada Kamis (15/1/2026) tengah malam bersama temannya Kadek M makan nasi di Kawasan Teluk Gilimanuk (Waterbee).
Setelah itu, Kadek EAAP kemudian berjalan menuju toilet dan melakukan aksi vandalisme dengan tulisan
“GOBLETZ” menggunakan cat pilox yang sebelumnya memang sudah dibawa. “GOBLETZ” merupakan nama lain atau panggilan dari Kadek EAAP, sendiri.
Saksi Kadek M sangat paham dan mengetahui kalau Kadek EAAP memang memiliki bakat seni lukis yang luar biasa dan bagus. (Komang Tole)

