Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok Mendadak Naik

0
363

 

Balinetizen.com, Jembrana

Satgas Saber Pangan Nasional Provinsi Bali bersama Satgas Pangan Kabupaten Jembrana melakukan sidak ke Pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (16/2/2026). Sidak bertujuan untuk mengetahui dan memastikan harga dan stok sembako atau kebutuhan pokok lainnya tetap aman dan tercukupi menjelang bulan suci Ramadan.

Dari sidak itu, petugas mendapati harga sejumlah bahan pokok dan kebutuhan dapur mengalami peningkatan (naik). Diantaranya, harga daging ayam naik Rp.7 ribu dari Rp.38 ribu menjadi Rp.45 ribu per kilogram. Cabai merah kecil dari Rp.85 ribu, naik Rp.5.000 menjadi Rp.90 ribu per kilogram.

Kemudian cabai merah besar naik Rp.13 ribu menjadi Rp.35 ribu dari harga sebelumnya Rp.22 ribu per kilogram. Bawang merah naik dari Rp.25 ribu menjadi Rp.30 ribu per kilogram dan telur ayam naik dari Rp.50 ribu menjadi Rp.55 ribu per krat.

Ni Komang Sutarmi, salah satu pedagang daging ayam mengatakan, kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak lima hari lalu. Ia menduga kenaikan daging ayam disebabkan pasokan ayam berkurang terlebih dipasok dari Jawa. “Naiknya (harga daging ayam) sudah 5 hari lalu. Kebanyakan dipasok dari Jawa,” ujarnya.

Perwakilan PJ Satgas Saber Pangan Badan Pangan Nasional Provinsi Bali, Zulkifli Nurul Ilmi mengatakan, bahwa kenaikan tiga komoditi yaitu daging ayam, cabai merah kecil dan telur tidak saja terjadi di Jembrana namun juga di seluruh Bali. Bahkan mengalami peningkatan diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Akan kenaikan harga tersebut, kata dia, Satgas Saber Pangan Badan Pangan Nasional Provinsi Bali akan berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Polres setempat untuk menelusurinya dan harga tidak lagi melonjak sehingga tidak terjadi inflasi.

Baca Juga :  Pisah Sambut Kajati Bali, Gubernur Koster Komitmen Pererat Sinergi Kawal Pembangunan dan Penegakan Hukum

“Jika ditemukan ada oknum yang sengaja menimbun atau memanipulasi harga menjelang bulan Ramadan ini demi mencari keuntungan akan kita kenakan sanksi tegas termasuk pencabutan izin usaha,” ungkapnya.

Sementara, sambungnya, harga komoditi atau bahan pokok lainnya masih normal. Bahkan harga bawang putih turun dari Rp.32 ribu menjadi Rp.30 ribu perkilogram. “Dari 14 komoditi itu hanya cabai merah kecil, daging ayam dan telur saja yang mengalami kenaikan, yang lain masih normal,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Permana mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran terkait pemicu kenaikan tiga bahan pokok tersebut.

“Kita akan menelusurinya. Kenapa tiga komoditi ini harganya bisa melonjak dari mata rantai distribusi,” tandasnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here