Balinetizen.com, Jembrana-
Makepung merupakan pacuan kerbau khas Kabupaten Jembrana, Bali. Untuk memenangkan atraksi satu-satunya di Indonesia ini dibutuhkan kerbau super.
Persoalannya, hingga kini Jembrana belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur terkait pembibitan kerbau. Perda Kabupaten Jembrana Nomor 4 Tahun 2020 tentang perlindungan dan pelestarian ternak kerbau. Belum menyentuh ke soal pembibitan.
“Saat ini kita memang kesulitan bibit kerbau super untuk Makepung” ujar Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gede Putu Kasthama, Senin (12/6/2023).
Menurutnya ada beberapa faktor sehingga di Jembrana sulit ditemukan kerbau super khususnya untuk atraksi Makepung. Diantaranya belum adanya aturan terkait pembibitan. Dan ada banyak kerbau jantan untuk Makepung dikebiri.
“Kita menang ada Perda, tapi masih sebatas pelestarian, belum menyentuh pembibitan” ujarnya.
Untuk hal itu kata dia, sebenarnya sudah dibahas melibatkan beberapa bidang. Dan kemudian diarahkan untuk dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup) yang nantinya mengatur terkait peningkatan populasi, seperti dengan kawin suntik dan juga akan ada penambahan populasi dengan mendatangkan kerbau super dari wilayah lain seperti Singosari dan Lumajang.
“Kami ingin kedepan ada seleksi genetika. Kerbau yang bagus super untuk makepung agar dibiarkan atau kita datangkan setro (sperma) untuk kawin suntik. Kerbau jantan yang super juga jangan dikebiri sehingga bisa dikawinkan” jelasnya.
Upaya untuk meningkatkan populasi, kata dia, harus segera dilakukan. Terlebih populasi kerbau super di Jembrana masih minim. Misalnya melalui bansos kerbau betina ke sekaa (kelompok) atau dengan mendatangkan setro (sperma) untuk selanjutnya dilakukan kawin suntik.
“Ini akan dibahas lebih lanjut karena juga terkait anggaran sebagai pendukungnya. Mudah-mudahan bisa berjalan” harapnya.
Tidak adanya bibit kerbau pacu Makepung sebelumnya menjadi kekhawatiran Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dalam melestarikan atraksi tradisional Makepung. Bahkan untuk hal ini (pembibitan kerbau) sudah ada dua proposal yang masuk untuk pengembangan bibit.
“Saya setuju adanya pengembangan bibit kerbau Makepung ini. Nantinya ini sebagai antisipasi, jangan sampai bibit kerbau tidak ada” ujarnya. (Komang Tole)

