Ketika Tenun Bali Bertemu Busana Muslim: Ajang Kreatif ICMI di Denpasar

0
265

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Bali berkolaborasi dengan SAROHA dan Ikatan Keluarga Muslim Sumatera (IKMS) menggelar Sarasehan dan Lomba Busana Muslimah di Art Center Denpasar, Minggu (14/9/2025).
Acara ini mengusung tema “Pelestarian Kain Tenun Tradisional Bali: Menjaga Warisan Budaya dalam Ragam Busana Muslim.”

Ketua ICMI Orwil Bali, Farida Hanum Silitonga, menyebut ide lomba busana muslimah berbahan tenun Bali lahir dari semangat edukasi sekaligus dorongan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan kain tradisional.

“Kami punya ide karena di ICMI ini kan banyak cendekiawan sekaligus pengusaha, termasuk yang bergerak di bidang tenun. Kalau di Palembang ada tenun, Bali juga punya kain tenun yang luar biasa indah. Jadi kami mencoba mengangkatnya dalam bentuk lomba busana muslimah berbahan tenun Bali, agar ada nilai edukasi dan juga dorongan untuk ekonomi lokal,” jelas Farida.

Menurutnya, motif-motif kain tenun Bali bukan sekadar hiasan, melainkan menyimpan filosofi dan makna mendalam, bahkan terkait ritual keagamaan dan simbol tolak bala. Farida menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan visi ICMI untuk mendukung UMKM serta memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan.

“Kami punya asosiasi muslimah pengusaha, yaitu Baton Alyssa Khadijah. Kalau ICMI lebih pada memberikan sumbangsih pemikiran, pelaksanaan program dilakukan oleh badan otonomi. Saat ini sudah ada tujuh badan otonomi di Bali dari sepuluh yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Farida juga mengungkapkan, Bali akan menjadi tuan rumah Silaturahmi Nasional (Silatnas) ICMI pada 5–7 Desember 2025 yang diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari dalam dan luar negeri. Acara nasional ini juga akan menghadirkan ragam budaya Bali dalam busana muslim.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Toha menegaskan, kegiatan ini lahir dari aspirasi masyarakat serta dukungan sponsor yang menaruh perhatian besar pada UMKM.

Baca Juga :  Drama di Bandara, Sopir yang Ribut dengan Avsev Ditangkap-Ternyata Bawa Parang di Mobil

“Target utama acara ini adalah UMKM pengrajin tenun di Bali. Kita ingin masyarakat muslim juga ikut berperan dalam melestarikan dan bangga menggunakan kain tenun Bali. Kalau bukan kita yang mengawali, siapa lagi? Perancang busana muslimah sebelumnya belum banyak menyentuh ranah ini, jadi kita mulai langkah kecil agar ke depan bisa semakin berkembang,” ungkapnya.

Lomba busana muslimah kali ini menampilkan tiga kategori kreasi: busana formal, kasual, dan pesta. Harapannya, tenun Bali dapat makin gaung di pasar nasional maupun internasional melalui sentuhan busana muslim modern.

Dukungan juga datang dari pemerintah. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menegaskan kain tenun tradisional Bali adalah mahakarya leluhur yang menyimpan estetika, filosofi, dan identitas budaya luhur.

“Setiap helai benang yang ditenun tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mengandung doa, makna spiritual, serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan warisan berharga ini agar tidak punah digerus zaman,” tegasnya.

Wiryanata menambahkan, kain tenun Bali telah mendunia. Bahkan, desainer kelas dunia Christian Dior pernah menggunakan tenun Endek dalam rancangan gaunnya.

“Ini membuktikan kualitas kain tenun Bali tidak kalah menarik dan layak bersaing di tingkat global. Inovasi menjadikan kain tenun bagian dari busana muslim adalah strategi kreatif untuk memperluas penggunaannya sekaligus menambah nilai ekonomi bagi para perajin,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan seperti sarasehan dan lomba ini bisa menjadi wadah edukasi berkesinambungan, terutama bagi generasi muda agar mencintai dan bangga memakai tenun Bali. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, akan terus mendukung pelestarian kain tenun melalui kebijakan, program pemberdayaan, serta promosi di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga :  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 4 Orang

 

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here