KPA Bali Gandeng Komunitas Rentan untuk Perangi HIV-AIDS

0
232

 

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali menegaskan pentingnya keterlibatan populasi kunci dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Kelompok populasi kunci seperti Penasun (Pengguna Napza Suntik), Waria, Lelaki Seks Lelaki (LSL), dan Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan kelompok yang rentan tertular dan menularkan HIV akibat perilaku berisiko seperti penggunaan jarum suntik tidak steril dan hubungan seksual tidak aman.

Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, AA Ngr Patria Nugraha, didampingi Pengelola Program Monitor dan Evaluasi Dian Pebriana, SKM, menyampaikan bahwa dengan melibatkan secara aktif populasi kunci, strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bisa berjalan efektif. Ini bertujuan memastikan penyebaran pengetahuan yang akurat, membentuk sikap positif, dan menumbuhkan perilaku aman terkait HIV-AIDS.

“Populasi kunci memegang peran vital sebagai ujung tombak pencegahan. Keterlibatan mereka membuat program edukasi lebih menyentuh dan berdampak langsung,” ungkap AA Ngr Patria Nugraha di Denpasar, Kamis (31/7/2025).

Ia menambahkan, peran KPA Provinsi Bali telah diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 91 Tahun 2015. Dalam pasal 3, disebutkan tugas utama KPA adalah merumuskan kebijakan dan strategi penanggulangan AIDS, mengoordinasikan kegiatan promosi, pencegahan, konseling, tes sukarela, serta pengobatan dan perawatan.

“Yang terpenting juga adalah penyebaran informasi yang tepat melalui media massa agar tidak menimbulkan stigma atau keresahan publik. Kami juga terus menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah pusat, daerah, LSM, dan dunia usaha,” ujarnya.

Dian Pebriana, SKM menambahkan bahwa pihaknya telah menggelar empat kali pertemuan edukatif yang diisi dengan pemeriksaan HIV secara gratis, serta materi seputar tes HIV dan penggunaan profilaksis pra-pajanan (PrEP).

Tiga narasumber dari LSM Peduli HIV-AIDS, yakni I Made Karya, Hermansyah, dan Dewa Suyetna turut hadir mengisi materi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Persekutuan Gereja Papua Barat Kutuk Pembakaran Pesawat MAF di Intan Jaya oleh KKB

“Pertemuan pertama dilakukan pada Rabu, 11 Juni 2025 bersama 25 peserta dari kalangan Penasun di Sekretariat KPA Bali, bekerja sama dengan Klinik Catur Warga PKBI Bali,” ujar Dian.

Selanjutnya, pada Kamis, 12 Juni 2025 dilaksanakan kegiatan bersama 25 peserta LSL dan 25 waria, dengan pemeriksaan HIV difasilitasi oleh PKM II Denpasar Utara.

Adapun pertemuan ketiga digelar Rabu, 18 Juni 2025 dengan melibatkan 25 orang WPS di Klinik WM Yayasan Kerti Praja. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pemeriksaan HIV gratis.

“Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata untuk menekan laju penyebaran HIV di Bali, sekaligus meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama,” tutup Dian. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here