Balinetizen.com, Denpasar
Puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Gilimanuk diprediksi terjadi pada Sabtu (14/3/2026). Lonjakan kendaraan menuju pelabuhan menyebabkan antrean panjang hingga sekitar 10 kilometer.
Menghadapi situasi tersebut, jajaran Polda Bali bersama Polres Jembrana dan instansi terkait bergerak cepat melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas untuk memastikan perjalanan para pemudik tetap aman dan lancar.
Berdasarkan laporan personel Satgas Kamseltibcarlantas Ops Ketupat Agung-2026, hingga pukul 11.00 Wita antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai sekitar 10 kilometer, bahkan memanjang hingga Desa Sumber Sari, Kabupaten Jembrana.
Kepadatan arus lalu lintas didominasi oleh kendaraan truk serta kendaraan roda empat milik pemudik yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa melalui lintasan Gilimanuk–Ketapang.
Untuk mengurai antrean kendaraan, personel kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diterapkan di Terminal Kargo Gilimanuk guna mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju area pelabuhan.
Karo Ops Polda Bali Kombes Pol Soelistijono selaku Karendal Ops Ketupat Agung-2026 memerintahkan seluruh personel yang bertugas di jalur utama Denpasar–Gilimanuk untuk mengambil langkah strategis dalam mengendalikan arus kendaraan.
Salah satu langkah yang diterapkan yakni penghentian sementara kendaraan truk besar, khususnya truk sumbu tiga yang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Truk besar dengan kondisi kosong diarahkan masuk ke kantong parkir yang telah disiapkan agar tidak menambah kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan.
Untuk mendukung penguraian kemacetan tersebut, jajaran Polresta Denpasar, Polres Badung, dan Polres Tabanan juga diminta menerapkan pengaturan serupa di wilayah masing-masing.
Pengaturan kendaraan truk besar selama masa arus mudik ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan Masa Angkutan Lebaran 2026.
Di sisi lain, Polres Jembrana juga telah berkoordinasi dengan pihak ASDP agar kapal yang beroperasi di lintasan Gilimanuk–Ketapang menerapkan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).
Melalui sistem ini, kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar menuju Gilimanuk untuk mempercepat pelayanan penyeberangan pemudik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Agung-2026 mengimbau para pemudik untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas yang dilakukan bertujuan menjaga keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik masyarakat yang hendak merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Ia juga mengingatkan para pengendara agar memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
“Kesabaran dan kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan agar arus mudik dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

