Menyimak Debat Capres 4 Februari 2024,   Kecerdasan Operasional (XQ) dari Gagasan Ganjar Pranowo

0
187

Capres No.3 Ganjar Pranowo

Balinetizen.com, Denpasar

Dalam khasanah pengetahuan manajemen strategis dikenal istilah Kecerdasan Operasional (XQ) yang menggambarkan gagasan, program kerja dijabarkan dengan rencana tindakan yang dijabarkan secara terukur: tolok ukur kinerja (performance indicator) dengan jadwal kerjanya (strictly time table).

Mneurut I Gde Sudibya, ekonom, pengamat kebijakan publik, ada beberapa gagasan yang disampaikan Ganjar Pranowo, implisit dan ada yang eksplisit menggambarkan model kecerdasan operasional (XQ) tersebut di atas.

Menyebut beberapa gagasan tersebut, Pertama, tentang kebudayaan, tepatnya proses berkesenian, GP menawarkan gagasan dalam proses berkesenian, pemerintah semestinya sebatas fasilitator (pemberi kemudahan) dari proses berkesenian para seniman, tanpa intervensi birokrasi, sehingga proses kreasi berkesenian akan bertumbuh dari para seniman itu sendiri. Dalam bahasa Ki Hajar Dewantara “tut wuri handayani”.

Kedua, dalam pembenahan sistem pendidikan dalam kasus di Jawa Tengah, selama GP menjadi Gubernur dua periode, para guru SMK dinaikkan gajinya setingkat UMR plus 10 persen, baru dilakukan dilakukan upaya peningkatan kapasitas mengajarnya secara komprehensif, didukung oleh sistem aplikasi pendidikan bagi para guru yang dinilai tepat.

Ketiga, tentang sistem merdeka belajar, harus berangkat dari sebut saja “,ideologi” pendidikan, negara harus hadir dalam proses mencerdaskan bangsa, dan harus menghentikan komersialisasi dan kapitalisasi pendidikan di perguruan tinggi, yang merugikan “wong cilik”.

Keempat, karut marut yang dihadapi oleh PMI (Pekerja Migran Indonesia), harus dibenahi di hulunya: ketrampilan tenaga kerja, kepastian hukum dalam kontrak kerja, pengawasan  terhadap perusahan penyalur tenaga kerja, kerja sama dengan kedutaan Indonesia untuk menjamin perlindungan terhadap tenaga kerja, monitoring berkelanjutan terhadap seluruh proses ini.

Kelima, tentang politik kesehatan, berangkat dari prinsip, kebijakan PREVENTIF KESEHATAN, lebih baik dan lebih murah dalam merawat dan menjaga kesehatan warga. Melalui pola hidup sehat: olah raga teratur, program gizi, lingkungan sosial yang sehat.

Baca Juga :  6 Perempuan Millenial Akan Gantikan Erick Thohir Jadi Menteri Sehari

“Gagasan yang dengan mudah dapat dirumuskan menjadi rencana tindakan dan kinerja terukur, target sasaran jelas, serta jadwal yang juga terukur, “ kataI Gde Sudibya, ekonom,pengamat kebijakan publik. (Adi Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here