Balinetizen.com, JembranaÂ
Ulah oknum tidak bertanggungjawab sangat berani mencatut nama Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana. Tidak saja nama, profil yang digunakan juga poto keluarga orang nomor satu di Mapolres Jembrana.
Masyarakat dihimbau lebih berhati-hati dan waspada jika menerima telepon dari nomor baru. Karena modus penipuan dengan mencatut nama hingga foto profil sudah seringkali terjadi. Untuk itu, masyarakat disarankan menghubungi ke pemilik nama atau nomor aslinya sebagai antisipasi.
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, bahwa dirinya mengetahui jika nama dan profil keluarga dipakai oleh oknum tidak bertanggungjawab setelah temannya di Medan menanyakan langsung.
“Ada temen saya di Medan yang konfirmasi terkait nomor baru itu. Saya tegaskan tidak. Saya hanya menggunakan satu nomor saja,” tegas AKBP Dewa Juliana saat dikonfirmasi di Mapolres Jembrana, Senin (4/9/2023).
Disampaikan Kapolres, bahwa modus penipuan dengan mencatut nama hingga memanfaatkan profil pejabat memang terkadang terjadi. Karena itu diharapkan kepada penerima telepon minimal melakukan kroscek kembali kepada pemilik nomor sebenarnya guna menghindari ke hal negatif.
“Modusnya hampir sama. Banyak orang terutama pejabat pemerintah bahkan TNI dan Polri juga mengalami hal serupa,” ujar Kapolres Jembrana.
Ditegaskan Kapolres, siapa pun yang dihubungi oleh nomor tidak dikenal atau nomor baru yang mengatasnamakan orang lain, terlebih pejabat, kalau meragukan agar melakukan kroscek atau mengkonfirmasi langsung ke yang bersangkutan.
Karena oknum tidak bertanggungjawab ini kerap memanfaatkan nama dan foto profil seseorang untuk meyakinkan calon korbannya. “Masyarakat harus hati-hati dan waspada. Karena mereka tidak mengenal status untuk menentukan sasaran korbannya,” tegasnya.
Terlebih kata Kapolres, oknum ini dalam komunikasinya sampai mengarah ke suatu permintaan. “Itu harus dipertanyakan dan dikonfirmasi ulang lagi. Beruntung tidak sampai ada yang kena (penipuan). Karena yang dihubungi juga sudah konfirmasi ke saya,” ungkapnya.
Kapolres AKBP Juliana menduga oknum tidak bertanggungjawab itu mendapatkan poto profil dirinya bersama keluarga dari media sosial akun facebook (FB) yang kemudian dimanfaatkan untuk meyakinkan orang lain. “Intinya kalau ada permintaan yang aneh-aneh patut dicurigai. Disini masyarakat harus hati-hati,” pungkasnya. (Komang Tole)

