Pariwisata Bali Tetap Bergairah? Dispar Sebut Okupansi Hotel Tutup 2025 di Atas 60 Persen

0
1750

ilustrasi : tingkat hunian hotel di Pulau Bali stabil jelang tahun baru 2026

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Tingkat hunian kamar (Room Occupancy Rate/ROR) hotel berbintang di Bali sepanjang akhir tahun 2025 menunjukkan performa yang tetap solid, meski mengalami fluktuasi dibandingkan puncak musim liburan pertengahan tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata okupansi hotel berbintang di Bali pada 2025 berada di angka 60,85 persen, menegaskan keberlanjutan pemulihan sektor pariwisata pascapandemi.

Pada Desember 2025, tingkat hunian hotel berbintang tercatat sebesar 63,71 persen, relatif stabil dibandingkan November 2025 yang berada di angka 59,61 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisata Bali masih menjadi pilihan utama wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, meskipun terjadi penyesuaian pola perjalanan di akhir tahun.

Jika ditarik lebih luas, tren okupansi hotel di Bali dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2021, rata-rata okupansi hotel hanya 13 persen, kemudian melonjak menjadi 35,32 persen pada 2022, 53,05 persen pada 2023, dan mencapai puncaknya 62,23 persen pada 2024, sebelum sedikit terkoreksi pada 2025.

Kuatnya tingkat hunian hotel di Bali sepanjang 2025 sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Data sementara BPS Provinsi Bali dan PT Angkasa Pura hingga 25 Desember 2025 mencatat, total kunjungan wisatawan mencapai 16.094.280 orang.

Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 6.911.526 orang, sementara wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 9.182.754 orang. Puncak kunjungan terjadi pada April 2025 dengan total 1.718.870 wisatawan, disusul periode libur pertengahan tahun pada Juni–Agustus.

Meski pada Desember 2025 jumlah wisatawan tercatat 934.856 orang, lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tingkat okupansi hotel tetap terjaga di atas 60 persen. Kondisi ini menunjukkan distribusi wisatawan yang lebih merata serta meningkatnya lama tinggal wisatawan.

Baca Juga :  Pemkab Klungkung Bantu Korban Kebakaran

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menilai capaian okupansi hotel di akhir tahun 2025 mencerminkan transformasi pariwisata Bali menuju kualitas, bukan sekadar kuantitas.

“Tingkat hunian hotel yang stabil di akhir tahun menunjukkan pariwisata Bali tidak lagi bergantung pada lonjakan musiman semata. Wisatawan datang lebih merata sepanjang tahun, dengan lama tinggal dan belanja yang juga meningkat,” ujar I Wayan Sumarajaya, Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan, strategi Pemerintah Provinsi Bali saat ini fokus pada penguatan pariwisata berkelanjutan, pengendalian daya dukung, serta peningkatan kualitas destinasi dan layanan.

“Kami terus mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Bali, sekaligus menjaga keseimbangan alam dan budaya,” tegasnya.

Dengan capaian okupansi di atas 60 persen serta total kunjungan wisatawan menembus 16 juta orang, sektor pariwisata Bali dinilai masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah hingga penghujung 2025.

 

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here