Pendiri IWO akan Gelar Silaturahmi Nasional, Fokus pada Keselamatan Jurnalis

0
49

Balinetizen.com, Jakarta

 

PARA pendiri Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Forum yang mempertemukan para inisiator organisasi wartawan online pertama di Indonesia ini akan fokus membahas isu paling krusial yakni keselamatan dan perlindungan jurnalis saat menjalankan tugas di lapangan.

Sekretaris Pendiri IWO, Witanto B. Tarbit mengatakan, isu perlindungan jurnalis selama ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri media di Indonesia.

“Perlindungan dan keselamatan wartawan oleh perusahaan media tempat ia bekerja selama ini terkesan terabaikan. Bahkan kekerasan yang menimpa wartawan saat menjalankan tugas di lapangan masih kerap terjadi, baik itu kekerasan fisik, intimidasi, hingga kriminalisasi melalui jalur hukum,” kata Witanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Witanto menjelaskan, Silatnas Pendiri IWO tersebut diagendakan akan berlangsung pada bulan November atau Desember 2026 mendatang. Panitia masih menggodok dua opsi lokasi, yakni di Jakarta atau Bandung, Jawa Barat.

“Pilihannya Jakarta atau Bandung, karena aksesnya mudah untuk semua pendiri dari berbagai daerah. Finalnya akan kami umumkan segera,” tambahnya.

Pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, 25 Juni 1978 ini menambahkan, dalam forum bersejarah tersebut panitia akan mengundang secara resmi 18 orang pendiri IWO yang tercatat dalam akta pendirian organisasi.

“Tidak menutup kemungkinan deklarator dan Ketua IWO pertama di daerah-daerah juga akan kami undang sebagai peninjau, agar ada kesinambungan sejarah dan regenerasi organisasi,” ungkapnya.

Menurut Witanto, salah satu momentum yang mendorong Silatnas ini digelar adalah berkaca pada sejumlah kasus tragis yang menimpa jurnalis, termasuk kasus meninggalnya 5 orang jurnalis di perairan Banten saat meliput peristiwa meletusnya Gunung Anak Krakatau beberapa tahun lalu. Kasus tersebut menjadi pengingat betapa tingginya risiko pekerjaan jurnalis.

Baca Juga :  Peringati World Rabies Day, Pemkab Jembrana Gelar Sosialisasi dan Vaksinasi Rabies

“Keselamatan dan perlindungan wartawan saat meliput di lapangan akan menjadi tema utama dalam pertemuan itu nantinya. Kami ingin mendorong adanya standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang wajib dipatuhi perusahaan media, termasuk jaminan asuransi jiwa, BPJS Ketenagakerjaan, dan peralatan keselamatan yang memadai,” jelasnya.

Selain isu keselamatan, perkembangan teknologi juga akan menjadi pembahasan penting. Witanto menilai, kemajuan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan media sosial yang semakin pesat harus dimanfaatkan secara positif oleh wartawan, bukan justru menjadi ancaman.

“Disamping tema keselamatan, perkembangan teknologi yang semakin pesat memacu wartawan untuk bagaimana menggunakannya sebaik mungkin. AI bisa membantu riset dan verifikasi data, tapi tetap harus dalam koridor kode etik jurnalistik,” ungkapnya.

Di samping dua isu utama tersebut, evaluasi internal organisasi IWO yang telah berdiri 14 tahun juga akan dibahas secara mendalam.

“Kita ketahui bersama IWO didirikan pada tanggal 8 Agustus 2012 di Jakarta. Artinya tahun ini genap berusia 14 tahun. Berkembang atau tidaknya organisasi, solid atau tidaknya kepengurusan di daerah, akan menjadi evaluasi jujur bagi para pendiri. Kami ingin IWO kembali ke khittah awal sebagai rumah besar wartawan online yang profesional dan sejahtera,” urainya.

Witanto berharap, hasil dari Silatnas Pendiri IWO 2026 ini nantinya bisa melahirkan rekomendasi konkret yang akan diserahkan kepada Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta organisasi perusahaan pers.

“Pergunakan kemajuan teknologi yang terus berkembang saat ini dengan baik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik jurnalistik. Wartawan harus selamat, sejahtera, dan profesional. Itu kunci utama,” pungkasnya. (IWO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here