Puluhan Siswa Seminari Tuka Dapat Pelatihan Menulis dan Literasi Digital

0
214

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Puluhan siswa Seminari Roh Kudus Tuka tampak antusias mengikuti pelatihan menulis dan pengelolaan konten media sosial yang digelar di aula seminari, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pihak seminari dengan Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Bali. Selain memberikan pelatihan, ISKA Bali juga menyerahkan bantuan berupa buku bacaan, buku tulis, dan pena untuk mendukung budaya literasi di lingkungan seminari.

Suasana kegiatan berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan. Para siswa duduk setia di kursi tanpa sandaran, menyimak materi dari dua narasumber dengan penuh perhatian.

Ketua ISKA Bali, Komang Purnama, dalam sambutan pembukaannya menegaskan pentingnya kemampuan menulis bagi siswa seminari. Menurutnya, kualitas individu tidak hanya diukur dari kemampuan berbicara, tetapi juga dari karya tulis yang dihasilkan.

“Menulis itu berarti kita mewartakan kebenaran lewat teks, menyampaikan ide dan gagasan secara tertulis untuk kebaikan bersama. Dan perlu diingat, seorang siswa Seminari Roh Kudus Tuka itu memiliki beban di pundaknya, dituntut sejumlah kemampuan individu yang salah satunya adalah kemampuan menulis,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui tulisan orang dapat menilai isi pikiran dan kapasitas intelektual seseorang. Karena itu, kemampuan menghasilkan tulisan ilmiah maupun jurnalistik menjadi kompetensi penting yang harus diasah sejak dini.

Dalam sesi pelatihan, jurnalis senior Arnoldus Dhae membedah teknik menulis karya ilmiah, penulisan sesuai pakem jurnalistik, hingga strategi mengisi konten media sosial secara bertanggung jawab.

Menurutnya, keterampilan menulis sangat vital bagi siswa seminari agar ilmu dan pengalaman tidak hilang ditelan waktu.

“Ada semacam adagium lama, dimana orang mengagungkan budaya baca, menganggap budaya baca di atas segalanya. Mari berubah mulai saat ini dan disini. Yang masih mengagungkan budaya baca di atas segalanya segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Orang akan mengenal seseorang dari apa yang ia tulis. Sebab, menulis itu lebih dulu ada daripada membaca. Tanpa tulisan orang tidak akan membaca apa pun,” tegasnya.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Sebut Transaksi Digital Bukan Semata untuk Pengusaha Besar

Ia menjelaskan, menulis merupakan cara manusia berkomunikasi lewat teks, kata, dan kalimat. Tulisan dapat bersifat informatif seperti berita dan laporan langsung di lapangan, dapat pula berbentuk artikel ilmiah, opini, riset, hingga karya sastra seperti puisi, novel, atau cerpen.

Dalam kesempatan itu, Arnoldus juga mengingatkan pentingnya kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menyaring informasi di media sosial. Ia menilai, tidak semua informasi yang beredar di platform digital dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Para siswa diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang bermartabat.

“Silahkan bermedia sosial dengan baik. Dan lebih baik dan mulia jika bisa mengisi konten media sosial standar pakem jurnalistik,” pungkasnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat membekali siswa Seminari Roh Kudus Tuka dengan kemampuan literasi yang kuat, sekaligus membentuk karakter komunikator yang bertanggung jawab di era digital.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here