Sasar Zona Tertular, Vaksinasi LSD Digunakan Selektif

0
230

 

Balinetizen.com, Jembrana

Penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau benjolan pada kulit sapi pasca diterimanya bantuan vaksin dari pemerintah pusat dilakukan dengan selektif. Selain 500 dosis vaksin LSD pemerintah pusat juga menyerahkan bantuan berupa 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 Needle serta obat-obatan dan disinfektan kepada Pemkab Jembrana.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026) mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pemetaan lokasi untuk menentukan sasaran vaksinasi.

“Masih pemetaan. Lokasi sasaran vaksinasi akan dipilih di Zona Tertular,” ujarnya.

Menurutnya populasi sapi di Jembrana mencapai 42 ribu ekor. Dan jika dibandingkan dengan jumlah bantuan vaksin yang diterima sangat terbatas. Karena itu vaksinasi digunakan dengan selektif agar penanganan atau pengendalian penyakit LSD dapat berjalan optimal.

“Vaksinasi LSD ini bukan obat. Kalau diberikan pada sapi yang sudah terpapar tidak akan menyembuhkan, namun justru mempercepat gejala,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, vaksinasi LSD akan diberikan terhadap sapi dengan kondisi sehat sehingga bisa memberikan kekebalan.

Masih kata Sugiarta, total ada 28 kasus LSD di Jembrana, yakni di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya dan 4 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Negara diantaranya, di Desa Berangbang, Kaliakah, Baler Bale Agung, Banyubiru dan Baluk.

Di 6 desa dan kelurahan itu selanjutnya dilakukan karantina wilayah atau lockdown guna memutus mata rantai penyebaran penyakit LSD pada ternak sapi. (Komang Tole)

Baca Juga :  Pasca Kebakaran, Bupati Giri Prasta Tinjau Pasar Desa Adat Penarungan Pastikan Mulai Rabu, Bangunan Pasar Diperbaiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here