Balinetizen.com, Jembrana
Panggung Gedung Kesenian Ir Soekarno (Twin Tower) menjadi bukti para seniman muda di Jembrana unjuk kebolehan. Bertajuk Jembrana Sound Session Vol 04 Mosaic Of Creativity Pemerintah Kabupaten (Pemkab Jembrana) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) telah menyediakan ruang bagi anak muda untuk berkreasi.
Diramaikan Jun Bintang dan DJ Erick Foe, kegiatan Jembrana Sound System yang ke empat kalinya, Jumat (21/8/2026) malam juga menampilkan para seniman lokal mulai dari Delio, Teater Solagaracia, Musikalisasi Teater Tanpa Nama serta mural, live painting & Creative dan Radio Tegangan Tinggi (RTT).
Tidak hanya itu kegiatan juga menyuguhkan berbagai UMKM dan berbagai komunitas, seperti Sahabat Hartdop Jembrana, Honda Clasic Paradise, Iron Man Gowes, Pedal Karat Jembrana, Ruji Karat Jembrana, Himpunan Motor Tua Indonesia dan Komunitas Ontel Jembrana.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kesenian Ir Soekarno (Twin Tower) menjadi perhatian Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati berkesempatan berdialog langsung dengan beberapa pengurus komunitas otomotif.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan bahwa Jembrana Sound Session merupakan salah satu program unggulan untuk memberikan tempat atau ruang anak muda berkreasi atau mengupgrade diri sehingga ke nantinya mampu bersaing tidak hanya di level lokal Jembrana, namun Bali dan juga nasional.
Melalui ajang ini, kata Bupati Kembang ada banyak komunitas berkumpul, mulia dari 16 sub sektor komunitas UMKM, komunitas fotografer, konten kreator, mural, seniman, musisi dan komunitas otomotif. “Mereka disini berkumpul, berlatih. Kegiatan ini sebagai wadah kreatifitas anak-anak muda kita. Disini kami, pemerintah hadir ditengah-tengah mereka,” ujar Bupati Kembang ditemui di Gedung Twin Tower, Jumat (21/8/2026).

“Mereka tidak langsung tampil, tapi sebelumnya mereka dipertemukan, mendapat pembinaan dan dilatih. Kegiatan ini menjadi ruang buat mereka untuk mengasah kemampuan,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan akan terus berlanjut dan puncaknya akan dilaksanakan Jembrana Creative Festival yang direncanakan pada akhir tahun ini. “Jembrana Creative Festival ini puncak dari kegiatan Jembrana Sound Session,” tandasnya.
Wena Wahyudi menambahkan bahwa Thun ini Pemkab Jembrana fokus pada kegiatan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif khususnya untuk menampung, mengakomodir atau memfasilitasi program dari komunitas kreatif yang ada di Jembrana.
Jembrana Sound Session sendiri, kata dia merupakan salah satu platform yang dipakai secara kolektif untuk memberikan ruang apresiasi, berkreasi maupun ruang berkarier bagi teman-teman musisi, teater, sastra dan vidio grafer dan potografer, UMKM dan komunitas yang lainnya.

“Jadi ini adalah upaya Pemkab Jembrana bersama para seniman dan komunitas berkreasi dengan lebih mengedepankan ekosistem ekonomi kreatif. Puncaknya minat di akhir Oktober atau awal November tahun 2026 ini kita akan mengadakan Jembrana Creative Festival. Nanti semua akan tampil,” jelas Wena Wahyudi, Tim Ahli Pemkab Jembrana.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara menyampaikan bahwa kegiatan Jembrana Sound Session ini serangkaian merayakan HUT Kota Negara ke-131.
Terkhusus kegiatan ini, kata dia, pemerintah daerah menyediakan wadah guna membantu para seniman muda atau tim kreatif terutama seni modern maupun komunitas untuk berkreasi. “Mereka diberikan ruang bagaimana sekarang wadah anak-anak muda ini. Silahkan, ada peluang untuk pentas. Jadi sekarang berimbang, sama dengan di provinsi. Kesenian tradisional dan modern, selaras,” sebutnya.
Kegiatan Jembrana Sound Session ini juga untuk menepis kesan miring di masyarakat.
“Jadi, supaya tidak ada kesan tersisihkan atau termarjinalkan dan sebagainya, maka pemerintah daerah memberikan ruang bagi anak-anak muda dan tim kreatif untuk berkarya sesuai kemampuannya,” ungkapnya.
Kadis Parbud menegaskan, kegiatan Jembrana Sound Session ini mencangkup selurah seni kreatif. “Semua ekonomi kreatif mencangkup 16 subsektor ekonomi kreatif masuk disana, ada muralnya, ada seni dan sebagainya. Kita sudah siapkan ruangnya, silahkan hadir, tampil langsung mengisi wadah yang sudah disediakan,” pungkasnya. (Mang Tole)

