Seorang IRT Nekat Gantung Diri, Diduga Sering Halunisasi

0
516

 

Balinetizen.com, Buleleng

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial KAM berusia 21 Tahun beralamat di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, pada Selasa, 15 Februari 2022 sekitar Pukul 08.00 Wita, secara nekat menggantung dirinya pada Pohon Coklat ketinggian 270 Cm di kebun milik suaminya berinisial GSA yang berjarak dari rumahnya sekitar 30 meter.

Kronologis kejadian, berawal sekitar Pukul 07.00 Wita suami KAM yang bernama GSA saat terbangun dari tidurnya sudah tidak menemukan istrinya. Kemudian GSA ini bersama keluarga mencari keberadaan KAM. Selanjutnya sekitar Pukul 08.00 Wita, GSA melihat istrinya dalam posisi tergantung di Pohon Coklat di kebun miliknya dengan menggunakan selendang warna kuning. Lokasi korban KAM mengakhiri hidup dengan jalan menggantung diri berjarak dengan rumah tinggalnya sekitar 30 meter, di sebelah Utara rumah tempat tinggalnya dengan tinggi tempat gantung diri kurang lebih 270 cm.

“Penyebab korban gantung diri, diduga korban sering mengigau/halusinasi (enenan) saat tidur dan merasa ketakutan.” ucap Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya,SH seijin Kapolres Buleleng.

Disebutkan bahwa tenaga medis yang periksa luar bernama Ni Made Novi Antari yang mengungkapkan dari hasil periksa luar, adanya luka memar bekas jeratan di leher korban, lidah menjulur, ada cairan sperma di kemaluan korban, mayat sudah kaku dan tanda kekerasan tidak ada.

“Pihak keluarga menerima kematian korban, akibat murni bunuh diri serta menolak dilakukan otopsi,” tandasnya. GS

Baca Juga :  Pengamat: "Benyah Latig Gumi Baline", Sebuah Kritik Diri Bermakna Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here