SMPN 1 Wuluhan Gelar Pondok Ramadhan, Perkuat Karakter dan Keimanan Siswa

0
161

Balinetizen.com, Jember –

 

SMP Negeri 1 Wuluhan kembali menggelar kegiatan Pondok Ramadhan sebagai upaya membentuk karakter dan meningkatkan keimanan siswa selama bulan suci. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.

Kehumasan SMPN 1 Wuluhan, Ilham Wahyudi, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah Agus Yudiarto, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali, melainkan rutin setiap Ramadan dengan tujuan memperkuat akhlak dan karakter peserta didik.

“Di SMPN 1 Wuluhan, kami tidak hanya menekankan prestasi intelektual. Memang siswa kami banyak meraih prestasi olimpiade tingkat kabupaten hingga Jawa Timur. Namun yang lebih penting, setelah terjun ke masyarakat mereka menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan tidak meninggalkan sholat,” ujarnya.

Selain kegiatan pembelajaran keagamaan, para siswa juga diajak mengaplikasikan nilai-nilai kepedulian sosial dengan bersedekah melalui zakat yang kemudian disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan panti asuhan di sekitar sekolah. Para siswa bahkan turun langsung bersama OSIS untuk menyerahkan bantuan tersebut agar merasakan kehidupan masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Ilham, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari seluruh guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat. “Kami bekerja bersama tanpa melihat status atau jabatan. Semua terlibat demi kelancaran kegiatan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala berarti,” katanya.

Sementara itu, Siti Khotimah, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), menjelaskan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan diawali dengan sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an. Karena jumlah siswa mencapai sekitar 800 orang, kegiatan tadarus dilakukan terpisah antara putra dan putri.

“Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dirangkum dalam buku Kegiatan Pondok Ramadhan (KPR), kemudian ada praktik ibadah agar siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga bisa melaksanakannya secara langsung,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Denpasar Geger Penemuan Mayat Terbakar di Rumah WNA, Ini Kronologinya

Guru Agama lainnya, Mohammad Evan, menambahkan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan berlangsung selama enam hari dengan pembagian jadwal tiap jenjang kelas. Materi yang diberikan antara lain tentang thaharah atau bersuci serta tata cara pelaksanaan sholat.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa tidak hanya unggul dalam teknologi dan prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan menjadi generasi yang beriman serta bermanfaat bagi masyarakat.

( Bam )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here